Wednesday, January 23, 2013

[Review] Silver Linings Playbook

Title : Silver Linings Playbook
Director : David O. Russel

"True love is about letting her go and seeing if she returns..."
-Dr. Cliff Patel, Silver Linings Playbook.

Silver Linings Playbook, sebuah film bertemakan drama-comedy-romance yang berkisah tentang seorang pria bernama Pat Solitano (Bradley Cooper) yang harus tinggal dengan orang tuanya, setelah kehilangan segalanya, rumah, pekerjaan, bahkan Nikki, istrinya yang telah berselingkuh dengan pria lain. Pat yang sebelumnya dirawat di lembaga kesehatan mental, diambil oleh ibunya dari lembaga tersebut agar tinggal saja di rumah, untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Namun, Pat masih tetap harus menjalani sesi terapi karena ia didiagnosa terkena bipolar disorder semenjak berpisah dengan istrinya. Dan ia pun berharap untuk bertemu dan kembali hidup bersama Nikki.


Suatu ketika, Pat bertemu dengan perempuan bernama Tiffany (Jennifer Lawrence), seorang janda muda yang suaminya telah meninggal. Ternyata, Tiffany ini mengenal Nikki. Tiffany menawarkan bantuan pada Pat bahwa ia bisa menghubungkannya dengan Nikki. Namun, Tiffany meminta imbalan untuk menjadi partnernya dalam suatu kompetisi dance. Karena, sebelumnya suami Tiffany lah yang menjadi partnernya. Pat yang sebelumnya tidak mau, akhirnya menerima tawaran Tiffany, demi bisa berkomunikasi dengan Nikki walaupun hanya lewat surat yang akan disampaikan oleh Tiffany. Hubungan Pat dan Tiffany pun menjadi lebih dekat. Selain dengan sering menghabiskan waktu dengan latihan untuk kompetisi dance, mereka juga sering melakukan jogging bersama.

Lalu, apakah Pat akan kembali pada Nikki, setelah bertemu dengannya di kontes dance? Atau justru memilih kehidupan yang baru bersama Tiffany?

Salah satu keunikan dalam film ini yang saya suka adalah ketika Pat melakukan jogging, ia selalu mengenakan plastik sampah yang ia bentuk seperti baju. Alasannya, supaya ia lebih berkeringat :)

Film yang diadaptasi dari sebuah novel karya Matthew Quick ini menjadi nominasi Best Picture dalam penghargaan Academy Award 2013. Awal-awal menit nonton film ini, saya agak sedikit mengantuk. Namun, ketika sosok Tiffany mulai muncul, barulah kerasa greget dari film ini.

Bradley Cooper memerankan tokoh Pat dengan sangat baik, sebagai seorang yang menderita bipolar disorder, yang tiba-tiba marah, mengamuk, karena depresi. Namun, ada salah satu adegan saat bersama ayahnya Pat Sr. (Robert De Niro), bener-bener sedih deh. Di adegan tersebut ada harapan, ada keinginan yang sederhana. Keinginan hanya untuk menghabiskan waktu bersama dengan menonton football. Sederhana tapi ngena banget moment-nya. Lalu adegan ketika ia belajar dance. Can you imagine it? Cooper yang body-nya macho banget, belajar dance :) Nggak salah kalau dia dinominasikan sebagai Best Actor dalam Academy Award 2013. Aktor kawakan Robert De Niro juga dinominasikan sebagai Best Supporting Actor dalam penghargaan yang sama.

Sedangkan Jennifer Lawrence juga memerankan aktingnya sebagai janda muda yang ditinggal suaminya dapat memerankan tokoh Tiffany dengan baik. Nggak ada lagi sosok Katniss Everdeen seperti perannya di The Hunger Games. Walaupun Lawrence yang masih berumur 22 tahun terlalu muda untuk memerankan sebagai seorang janda, tetapi sosoknya bisa terlihat benar-benar lebih dewasa dari umurnya. Perannya ini mendapat penghargaan sebagai Best Actrees dalam Golden Globe Award 2013 kemarin. Ia juga dinominasikan dalam nominasi yang sama dalam Academy Award 2013.


Chemistry yang dihasilkan oleh Cooper dan Lawrence juga cukup ngena. Walaupun sepanjang film mereka lebih sering terlihat bertengkar, meneriakan kata-kata kasar, jarang banget adegan romantis. Namun, ketika perasaan 'itu' mulai muncul, mulai deh kerasa banget chemistry-nya. Dan mereka pun dipertemukan kembali dalam film berjudul Serena yang akan tayang, berperan sebagai pasangan suami istri. Nggak nyangka juga sih, chemistry mereka bakalan bagus. Padahal umur mereka terpaut 15 tahun. 

Silver Linings Playbook. Awalnya saya nggak ngerti hubungan judul ini sama inti ceritanya. Setelah googling, kalimat "Silver Lining(s)"  tersemat dalam sebuah idiom dalam Bahasa Inggris, "Every cloud has silver lining." yang artinya "Every bad situation has some good aspect to it." Intinya, dalam setiap kesulitan, pasti ada sisi positfnya dan harapan untuk menuju suatu kemudahan. Seperti yang Pat rasakan, ada harapan untuk bertemu dan hidup kembali bersama Nikki.

Well, film ini jadi salah satu favorit saya. It's unique, touchy, and has something meaning point. I give it 8.5/10.
So, teman-teman blogger ada yang sudah nonton film ini juga? Bisa comment opininya di comment box. :)

referensi : http://www.imdb.com/title/tt1045658/http://www.rottentomatoes.com/m/silver_linings_playbook/http://oscar.go.com/nomineeshttp://www.phrases.org.uk/meanings/every-cloud-has-a-silver-lining.html
sumber gambar : http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/9/9a/Silver_Linings_Playbook_Poster.jpg/220px-Silver_Linings_Playbook_Poster.jpg

8 comments:

  1. Pernah liat trailernya di Komp*sTV, ternyata memang bagus ya dramanya? :D
    Jadi penasaran pengen nonton juga... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kata gw sih bagus, Glen. Nonton aja :D

      Delete
  2. kunjungan perdana...sukses selalu untuk blognya...di tunggu kunjungan baliknya

    ReplyDelete
  3. Cegah Bencana Alam Dengan Melakukan Penghijauan
    http://blog-agan.blogspot.com/2013/01/cegah-bencana-alam-dengan-melakukan.html

    ReplyDelete
  4. saya belum nonton nih. Masih marathon Breaking Bad The Series. :D

    akhirnya nemuin blogger yang suka review film juga. Izin follow ya. Happy blogging. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuah, Breaking Bad kayaknya bagus ya?
      Nyoba mau nonton deh
      Oke, nanti saya follow balik
      Happy blogging juga :D

      Delete
  5. oh, jadi baru ngeh. ternyata blognya di sini sering ngeriview juga ya :)

    okeh, ini dimasukin ke list lagi.
    suka sama idiomnya, jadiin twit ah :p hha

    ReplyDelete