Friday, April 7, 2017

Memory

Banyak cara yang dilakukan perempuan untuk mencoba menghilangkan rasa patah hati. Ada yang shopping gila-gilaan, seperti kerasukan Rebecca Bloomwood di Confessions of a Shopaholic, mencoba memindahkan rasa sakit dari hati ke tabungan. Ada yang memilih untuk traveling, entah itu ke pantai, hiking ke gunung, atau ke amusement park untuk menaiki permainan yang memacu adrenalin, hingga bisa berteriak sekencang-kencangnya. Ada juga yang memutuskan untuk memotong rambut hingga pendek, people called it the haircut-break up.

Aku tidak memilih ketiganya. Pilihanku adalah melacurkan diri ke makanan-makanan enak. Bukan karena lapar, tapi buatku, ini adalah salah satu cara untuk tidak mengingat rasa sakit itu.

Seperti saat ini, aku yang sedang berada di salah satu restaurant Korea. Sendiri, duduk di bagian outdoor menikmati se-bucket hot chicken wings yang berjumlah sepuluh buah, yang kini tersisa tinggal tiga, sambil menatap pepohonan yang daunnya begitu hijau, yang tak memiliki bunga sama sekali.

"Aku paling suka deh nyesap bumbu di tulang ayam ini."
Kata-kata itu kemudian terngiang jelas di pikiranku. Kata-kata yang selalu kamu ucapkan ketika kita menghabiskan hampir setiap Sabtu di sini.

Dan memori yang lainnya secara beruntun memenuhi pikiranku. Tujuanku untuk tidak mengingat menjadi terbalik. Aku justru mengingat semuanya, karena kesalahan yang memilih tempat dengan penuh jejak-jejak bersamanya.

"The more we try to forget someone we love, the more painful letting go will become."

Wednesday, January 18, 2017

Live Boldly, Live Well, Just Live... *

source : click here


In the late 20's, sometimes I wonder, where do I wanna go? What am I going to do in this life?

It's amazing thing seeing women who choose to settle to one person, called it's marriage. They have no afraid with some issues that will be faced as a spouse, like children, financial, or every simple thing of differences like where-do-you-put-your-things. So, it doesn't mean that I don't want to be married. I want and I will. Someday, hope in next one or two year. I don't know, because only God who has the best plan. But for now, probably, I am too comfortable with myself. I love being free without someone will disallow me doing something that I like, without someone control about myself.

As a female who claimed self as independent and feminist, I want to be free. I want to do whatever I want to do without take care about what people would said. In a half year, I want to travel around my country, Indonesia. If I have enough money, I want also to go to other country. Do solo traveling to explore city to city. Enjoy their tourism, like beach or mountain; enjoy their unique culinary; socialize with the urban people, and so many things that I want to do that I've not ever done yet.

I want to fulfill myself with grateful and happiness that only be determined only by myself.


*the title is quoted by Me Before You's tagline.

Sunday, May 8, 2016

Sailing Komodo Island: Paradise of East Indonesia


"Live boldly, live well, just live..."
-Me Before You


Setiap traveler pasti memiliki destination dream, satu tempat yang menjadi impian untuk dikunjungi. Ada yang memilih pantai, gunung, ataupun pulau, yang menjadikannya sebagai destinasi impian. Dan aku memilih salah satu 'surga' yang ada di Indonesia bagian timur, tepatnya di provinsi Nusa Tenggara Timur, yakni Taman Nasional Komodo, yang terdiri dari Pulau Komodo, Pulau Padar, dan Pulau Rinca.

Suatu hal yang membanggakan bagi Indonesia, bahwa Pulau Komodo merupakan salah satu dari 7 Wonders of the World. Satu-satunya pulau yang memiliki hewan purba yang dilindungi, yakni Komodo, dengan populasi yang masih cukup banyak. Tidak hanya itu, keindahan yang diberikan oleh tiga pulau ini pun sangat menakjubkan.

Mengeksplor tiga pulau ini dapat dilakukan dengan liveaboard, mengelilingi dari satu pulau ke pulau lainnya dengan mengguankan boat. Sehingga kita diharuskan bermalam di boat tersebut.

Pulau pertama yang ingin saya kunjungi yaitu Pulau Komodo, atau biasa disebut dengan Loh Liang. Di Loh Liang, kita bisa memilih trek yang akan ditempuh untuk menjelajahi Pulau Komodo ini. Ada yang short track, medium track, ataupun long track. Di pulau ini, terdapat bukit, selain Sulphurea Hill, yang bernama Fregata Hill. View dari Freagata Hill ini sangatlah indah. Di sini kita bisa melihat birunya laut di sekitar Pulau Komodo.

source image : click here
Pulau kedua selanjutnya adalah Pulau Rinca atau biasa disebut juga dengan Loh Buaya. Pulau ini ukurannya justru lebih besar dibanding Pulau Komodo. Dan komodo yang akan ditemui pun, biasanya lebih banyak dibanding di Pulau Komodo itu sendiri.

source : click here
Dan pulau terakhir ingin saya kunjungi adalah Pulau Padar. Berbeda dengan kedua pulau sebelumnya, Pulau Padar justru tidak terdapat habitat komodo. Tapi jangan khawatir, keindahan di pulau ini tidak kalah dengan kedua 'saudaranya'. Setelah melakukan trekking dan berada di dataran tinggi Pulau Padar, kita bisa melihat view yang sangat, sangat indah. Terbentang hijaunya dari Pulau Padar, serta birunya laut di sekitarnya. Dan jangan lupa, kita juga bisa snorkeling di pantai sekitar Pulau Padar ini loh.

So, who can resist this beautiful view?

source : click here

Rasa lelah yang dialami dalam menjelajahi ketiga pulau ini akan terbayar oleh pesona keindahannya. Namun, cuaca yang cukup terik yang biasa membuat kita takut kulit akan terbakar matahari, dapat dilawan dengan menggunakan Vitalis Hand and Body Lotion Fresh & Light. Lotion yang memiliki kandungan anti oksidan dari broccoli plus vitamin B3 dan UV protector, mampu membuat kulit kita tetap terawat dan terlindung dari teriknya paparan sinar matahari.

source : click here
Selain itu, untuk menghilangkan kejenuhan serta kelelahan ketika trekking, kita bisa menyemprotkan Vitalis Body Scent Blissful. Aroma segarnya yang merupakan kombinasi floral, citrus, bergamot, vanilla, dan musky, mampu membuat kita menjadi lebih ceria dalam menjelajahi ketiga pulau tersebut.

source image : click here
And the last but not the least, menyemprotkan Vitalis Fragranced Deodorant Joyful Spirit sebelum memulai aktivitas dalam menjelajahi ketiga pulau ini. Deodorant dengan aroma fruitygreen dan citrus yang segar dan tahan lama, dapat menghilangkan dan mencegah bau badan sehingga perjalanan akan jauh lebih menyenangkan untuk menikmati keindahan alam Taman Nasional Komodo ini.

source image : click here
Dan inilah destinasi impianku untuk liburan, mengeksplor salah satu surga di Indonesia Timur, Taman Nasional Komodo. And what's your destination dream? Wujudkan liburan impianmu dengan Vitalis dengan menuliskannya di sini.

"Who lives sees, but who travels sees more."


Saturday, October 24, 2015

Definisi Bahagia



Bahagia. Apakah definisi bahagia sebenarnya?

Menurut KBBI, bahagia adalah keadaan perasaan tenang dan tenteram (bebas dari segala yang menyusahkan).

Apakah bahagia itu ketika akhirnya menikah?
Apakah bahagia itu ketika traveling ke berbagai tempat?
Apakah bahagia itu ketika berhasil menjadi karyawan tetap?
Apakah bahagia itu ketika berhasil lulus dengan IPK tertinggi?
Apakah bahagia itu ketika bisa bangun siang tanpa perlu menghadapi setumpuk pekerjaan?
Apakah bahagia itu ketika seorang yang kau cintai diam-diam ternyata membalas cintamu?
Apakah bahagia itu ketika terkenal oleh semua orang?
Apakah bahagia itu ketika berhasil mendapatkan yang kau inginkan?
Apakah bahagia itu...?

Mendefinisikan bahagia mungkin seperti mendefinisikan cinta. Setiap orang memiliki konsepnya masing-masing. Ada yang bilang, bahagia itu sederhana. Lalu, tolak ukur bahagia itu seperti apa?

Pada akhirnya...
Bahagia adalah ketika kita bersyukur.
Karena pada dasarnya, manusia itu ditakdirkan dengan keadaan tidak pernah puas.
Dan manusia-manusia yang selalu bersyukur itulah, yang bahagia.



source image: http://cdn.coresites.factorymedia.com/cooler_new/wp-content/uploads/2015/03/42528712954ddebef15fe09.93531036.jpg

Friday, October 23, 2015

Focus

Ada salah satu buku yang nggak bosen-bosen gue baca. Walaupun dibacanya itu nggak full dari awal sampai akhir, suka random aja gitu bacanya, halaman mana yang kebuka. Judul bukunya adalah Marriageable karya Riri Sardjono. Kenapa sih, Mba Riri ini nggak ngeluarin buku lagi?! :(

Gue suka banget sama tulisannya dia, gaya berceritanya, terutama dialog-dialog antar karakter yang dia buat. Setiap karakternya memang berkarakter dan membuat gue jatuh cinta dengan karakternya.

Buku ini bercerita tentang seorang wanita berumur 31 tahun bernama Flory, yang masih single dan ia menjadi sedikit feminis, agak sulit percaya dengan namanya cinta dan lelaki, setelah berkali-kali mengalami kegagalan cinta. Suatu ketika, mamanya Flory memutuskan untuk menjodohkannya dengan seorang lelaki bernama Vadin. Flory pun tidak menolak lantaran ia merasa, mungkin itu satu-satunya jalan ia bisa mendapatkan jodohnya walaupun tidak ada perasaan cinta, dan ia menerima untuk menyenangkan mamanya juga. Intinya, di buku ini menceritakan perjalanan Flory untuk menemukan arti cinta yang sebenarnya.

Ceritanya biasa? Iya. Klise? Iya. Gampang ketebak? Iya. Tapi menurut gue, bagus nggaknya buku bukan dilihat dari plot cerita. Karena di mana-mana cerita kehidupan itu nggak ada yang benar-benar unik. At least, sebeda apapun ceritanya, terutama cerita romance, biasanya juga suka ada plot cerita yang hampir sama.

Ada satu halaman dari buku ini yang menjadi part favorite gue. Lupa halaman dan bab berapa, tepatnya. Bisa dibaca di pict di atas pemirsaaah... Di situ merupakan scene ketika Flory galau ingin menikah atau tidak.

Balik lagi ke hal yang berhubungan pernikahan. Emang lagi sensitif banget pembahasan ini di usia perempuan umur 20 pertengahan kayak gue. Mindset gue tentang pernikahan pun masih berubah-berubah. Dulu gue ngerasa siap tentang pernikahan, hanya karena memikirkan yang bahagia-bahagianya saja. Lalu suatu ketika menjalani hubungan tapi nggak berhasil, membuat gue memikir ulang mengenai essential dari pernikahan, dan cinta. Dijanjiin bakal dinikahin tapi nggak jadi itu sakit, brooooh...

Dan sekarang, gue sadar udah mendidik hati ini terlalu keras dan kuat. Bahkan terkadang udah nggak ngerti lagi job desk nya. Mungkin sekarang hati gue ini lagi makan gaji buta. Membuat gue merasa cheesy with the romance thing. Tapi tetep, hobi nonton drama korea sama baca novel romance nggak ilang.

Setelah gue bertapa, membaca konsep jodoh dan pernikahan dari agama, bertukar pikiran dengan sahabatku, mengambil intisari dari sebuah novel atau film, gue akhirnya membuat kesimpulan.

Tujuan menikah adalah untuk beribadah.

Bukan karena umur memang sudah waktunya menikah, bukan karena teman-teman sudah menikah, bukan karena orang tua sudah ingin menimang cucu, bukan karena tekanan dari keluarga besar karena sudah diharuskan untuk menikah, bukan karena takut dibilang nggak laku, bukan karena takut kesepian, bukan karena omongan orang yang nyuruh-nyuruh lo buruan nikah, bukan karena mantan lo udah nikah duluan atau mau nikah.

Menikah bukan tujuan akhir menjalani hidup di dunia. Bukan tolak ukur kebahagiaan seseorang. Apakah semua orang yang menikah itu bahagia?

Yang gue lakukan sekarang adalah fokus menjalani apa yang ingin gue jalani. Gue sudah menetapkan timeline, hal-hal apa yang akan gue jalani nanti. Menikah pun begitu. Walaupun mungkin kita pun nggak tahu rencana Tuhan akan seperti apa.

Persoalan menikah gue sudah punya kuncinya. Yang terpenting itu berbaik sangka kepada Tuhan. Kita menginginkan sesuatu, maka percayalah dengan kuasa-Nya. Tuhan sudah menetapkan segalanya di firman-Nya. Kita tinggal percaya, meyakini, dan berikhtiar.

Gue akan menikah keitka gue siap. Siap dengan segalanya. Dan cuma Tuhan yang tahu kapan itu akan terjadi. He will send me the one if I'm ready. Gue percaya itu.

Jawaban klise? Memang. Tapi itu jawaban yang menurut gue paling benar.

Yang sulit itu adalah tidak mengambil hati omongan negatif orang. Karena sebenanrnya apapun yang elo lakukan, orang-orang itu nggak akan pernah berhenti ngomongin. Jadi, yang terpenting adalah bertahan pada prinsip elo. Dan itu yang sedang gue berusaha jalani.

Through the 20s is pretty hard.

So, seperti di buku Marriageable yang gue baca, ada satu quote yang emang bagus banget.

"Focus on where you want to go, not on what you fear."

Jalanilah hidup ini sepositif mungkin. Pikiran yang positif dan kegiatan yang positif. Maka hal positif pulalah yang akan lo dapatkan.