Tuesday, February 19, 2013

[Review] Rectoverso: Cinta yang tak Terucap

Rectoverso, sebuah film omnibus yang diadaptasi dari buku dengan judul sama karya Dewi 'Dee' Lestari. Dari kumpulan sebelas cerpen yang terdapat pada buku tersebut, hanya lima yang divisualisasikan menjadi sebuah film, yaitu Malaikat Juga Tahu, Firasat, Cicak di Dinding, Curhat Buat Sahabat, dan Hanya Isyarat. Menariknya dari film ini adalah, kelima judul cerpen yang dijadikan film disutradarai oleh lima aktris cantik berbeda. Mereka adalah Marcella Zalianty, Rachel Maryam, Cathy Sharon, Olga Lydia, dan Happy Salma. Perempuan-perempuan ini menunjukkan bakatnya men-direct sebuah film dengan  rasa baru dan dengan kepolosan yang segar.
Berikut adalah kelima judul film tersebut:

1. Malaikat Juga Tahu
Pemain: Lukman Sardi, Prisia Nasution, Dewi Irawan, Marcell Domits
Sutradara: Marcella Zalianty
Penulis Skenario: Ve Handojo
Soundtrack: Glenn Fredly - Malaikat Juga Tahu


"Seratus sempurna. Kamu satu, lebih sempurna."
-Abang, Rectoverso: Malaikat Juga Tahu


Malaikat Juga Tahu, kisah Abang yang jatuh hati pada Leia. Namun, tak bisa terkatakan karena dirinya mengidap autis. Abang hanya bisa menyiratkannya pada sebuah surat.
Part film ini beneran bikin saya jatuh hati, bikin saya damn cried. Aktingnya Lukman Sardi yang bikin saya sembah sujud. Entah mesti berapa jempol buat diacungin. Begitu juga dengan Prisia Nasution, yang memang udah nggak perlu diragukan lagi. Ia juga tersiksa saat tahu kalau Abang mencintai dirinya. Dewi Irawan? Wow! There's no other word to describe it beside that. Perannya sebagai Bunda juga nggak kalah bikin saya menangis. Terutama saat Abang ngamuk-ngamuk dan Bunda berusaha menenangkannya. Bener-bener edan itu! Saya banjir air mata. Marcell Domits, sang adik dari Abang, dia juga bermain dengan cukup baik. Terutama wajah gantengnya yang lumayan bikin betah natap dia lama-lama :)

Rate: 8.8/10


2. Firasat
Pemain: Asmirandah, Dwi Sasono, Widyawati
Sutradara: Rachel Maryam
Penulis Skenario: Indra Herlambang
Soundtrack: Raisa - Firasat


"Kadang-kadang, pilihan yang terbaik adalah menerima."
-Ibu, Rectoverso: Firasat


Firasat, cinta tak terucap itu ada pada Senja dan Panca. Kedua orang yang memiliki suatu 'kelebihan', dapat merasakan hal-hal yang mungkin kelak terjadi, seperti sebuah firasat. Firasat yang terkadang tidak selalu pertanda baik, namun juga suatu hal yang buruk, bahkan sebuah kematian. Yang akhirnya, memilih untuk 'berdamai' dengan firasat itu sendiri, belajar menerima.
Asmirandah dan Dwi Sasono bermain cukup apik. Begitu juga dengan Widyawati, yang aktingnya juga tak perlu diragukan lagi.

Rate: 8/10


3. Cicak di Dinding
Pemain: Sophia Latjuba, Yama Carlos, Tio Pakusadewo
Sutradara: Cathy Sharon
Penulis Skenario: Ve Handojo
Soundtrack: Dira Sugandi - Cicak di Dinding


"Kamu tahu apa soal cinta..."
-Saras, Rectoverso: Cicak di Dinding


Cicak di Dinding mungkin part yang paling dewasa. Taja dan Saras mengawali perkenalannya dengan sebuah keintiman. Taja pun jatuh hati pada Saras. Namun, ketika Taja ingin mengatakannya, tiba-tiba saja Saras menghilang. Waktu pun terus bergulir, hingga akhirnya mereka dipertemukan kembali. Dan ternyata, Saras akan menikah dengan pria lain, sahabat Taja sendiri.
Well, cerita ini sebenarnya cukup menyesakan. Nggak usah ditanya gimana sedih plus patah hatinya kalau orang yang kita cinta ternyata mau menikah dengan sahabat kita sendiri. Namun, kisah sedih ini tidak dikemas Cathy Sharon dengan air mata, tapi tetap terasa. Bagian tersedih sekaligus terindah adalah ketika kado pernikahan Taja ditunjukkan. Itu indah, tapi nyesek banget.
Sophia Latjuba berperan sebagai Saras sangatlah pas. Beradu akting dengan Yama Carlos sebagai Taja. Chemistry mereka benar-benar dapat. Lalu ada Tio Pakusadewo berperan sebagai Irwan, sahabat Taja, yang menurut saya dia agak ketuaan. Tapi aktingnya itu tetap bravo.

Rate: 7,5/10


4. Curhat Buat Sahabat
Pemain: Acha Septriasa, Indra Birowo, Tetty Liz Indriati
Sutradara: Olga Lydia
Penulis Skenario: Ilya Sigma dan Priesnanda Dwi Satria
Soundtrack: Acha Septriasa feat. Tohpati - Curhat Buat Sahabat



"Aku nggak butuh apa-apa lagi. Aku tuh cuma pengen orang yang sayang beneran sama aku, yang mau itu datang ke rumah kalau aku sakit. Jam berapa aja... bawa segelas air putih."
-Amanda, Rectoverso: Curhat Buat Sahabat


Curhat Buat Sahabat mungkin cerita paling sederhana. Tapi Olga Lydia benar-benar bisa mengemasnya dengan sangat menarik dan tidak menjadi klise. Akting Acha Septriasa sebagai Amanda benar-benar memukau di sini. Akting menangisnya itu loh, jago banget. Indra Birowo, sebagai Regie, yang biasa tampil konyol, di sini kita bisa melihatnya sebagai seorang pria yang penuh pengorbanan.
Regie mencintai Amanda, sahabatnya, sepenuh hati. Tapi ia hanya memendamnya. Sampai ia rela menjadi tempat curhat mengenai kisah cintanya Amanda sendiri. Regie selalu ada untuk Amanda. Namun, Amanda masih tidak menyadari bahwa cinta yang dicarinya itu justru ada di hadapannya sendiri.

Rate: 8/10


5. Hanya Isyarat
Pemain: Amanda Soekasah, Hamish Daud, Fauzi Baadila
Sutradara: Happy Salma
Penulis Skenario: Key Mangunsong
Soundtrack: Drew - Hanya Isyarat


"Aku jatuh cinta pada seseorang yang hanya mampu aku gapai sebatas punggungnya saja."
Al, Rectoverso: Hanya Isyarat

Hanya isyarat adalah cinta yang sangat sederhana. Tentang Al yang diperankan oleh Amanda Soekasah, yang jatuh cinta kepada teman backpacker-nya yang bernama Raga, diperankan oleh Hamish Daud yang ganteng. Cerita ini sangatlah putisi, dengan bahasa-bahasanya yang sangat indah. Namun jujur, buat saya cerita ini tidak terlalu sesuai dengan ekspetasi saya. Padahal pada bukunya, ini merupakan salah satu cerita yang sedih banget. Tapi overall, masih okelah. Terutama kehadiran Fauzi Baadila dengan pecicilannya itu.

Rate: 7/10

Dari kelima judul di atas, semuanya memiliki benang merah yang sama, "Cinta yang tak terucap." sesuai tagline pada poster filmnya. Namun, cinta yang tak terucap di film ini tidak cheesy, tidak lebay, tapi cinta yang benar-benar menyentuh. Terutama buat saya, part Malaikat Juga Tahu dan Curhat Buat Sahabat.
Kelima cerita di atas juga tidak ditayangkan sekali habis, namun di-blend, tapi perpindahan kisahnya tetap cantik, tetap smooth, tidak yang merusak alur bercerita.
Intinya, film ini wajib banget ditonton. Wajib banget. Nggak akan nyesel deh. Seneng juga kan kalau film-film Indonesia semakin maju.

Yang belum nonton, bisa liat trailer-nya dulu nih:


Buat yang udah nonton, bisa di-share opininya di comment box :)


16 comments:

  1. karena belum nonton jadi permisi numpang lewat kak ya :)

    ReplyDelete
  2. satu2nya bukunya dee yg belum sya baca yah rectoverso. skrg dah ada filmnya, bawaannya makin penasaran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga baru baca pas udah difilmin. jadi ritual saya klo mau ntn film yg diadaptasi dari buku, buru-buru deh baca bukunya dulu, hehehe

      Delete
  3. sudah nonton, dan rasanya masih ngambang sama endingnya.
    atau emang gitu harusnya kan ya? sesuai dengan tema dari filmnya sendiri -_____-"

    jujur, belum terlalu kesentak sih sebenarnya. entah mood saya yang emang jelek hari itu atau emang saya gak terlalu pintar koment soal film.
    yang jelas, saya belum mendapatkan kepuasan yang saya cari pas nonton film ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. endingnya emang gitu, uchank, sesuai sama di bukunya aja :)
      tapi emang sih ada sebagian judul yg jalan ceritanya gak begitu ngena, tapi untuk Malaikat Juga Tahu, beneran deh itu ngena bgt buat saya mah, hehehe.

      Delete
  4. blm nonton film nya.. apa lagi baca bukunya.. mana sempet :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. nonton paling 2 jam, baca bukunya juga paling sejam-dua jam :D

      Delete
  5. Udah nonton.. Krereeeeeeeeeeeeeeeeen....

    ReplyDelete
  6. agreed,nonton sampai benar-benar habis..
    ceritanya smooth, dan jujur nyesek semua..
    soundtracknya dapet bgt..

    ReplyDelete
    Replies
    1. buat aku paling nyesek adalah Malaikat Juga Tahu. Sumpah itu nyesek bangettt :'(

      Delete
  7. Great Romantic Movie,Thank u

    ReplyDelete
  8. Aku udah nonton ini. bagus bangeeeet. aku nangis pas malaikat juga tahu sama firasat. nyentuh banget :'))

    ReplyDelete
  9. sangat menyentuh... tidak banyak film Indonesia yg bisa buat saya tersentuh seperti film ini...

    ReplyDelete
  10. mau tanya donk, yg di hanya isyarat yg di pantai saat malam, yg fauzi badila membicarakan tentang kupu2 dan sinkronisasi, ada lagu berbahasa inggris vokal laki2, itu lagu siapa ya ???? thx

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu lagunya Pure Saturday judulnya Desire

      Delete