Friday, July 12, 2013

I Won't Give Up


When I look into your eyes
It's like watching the night sky
Or a beautiful sunrise
Well, there's so much they hold
And just like them old stars
I see that you've come so far
To be right where you are
How old is your soul?

Well, I won't give up on us
Even if the skies get rough
I'm giving you all my love
I'm still looking up

And when you're needing your space
To do some navigating
I'll be here patiently waiting
To see what you find

'Cause even the stars they burn
Some even fall to the earth
We've got a lot to learn
God knows we're worth it
No, I won't give up

I don't wanna be someone who walks away so easily
I'm here to stay and make the difference that I can make
Our differences they do a lot to teach us how to use
The tools and gifts we got, yeah, we got a lot at stake
And in the end, you're still my friend at least we did intend
For us to work we didn't break, we didn't burn
We had to learn how to bend without the world caving in
I had to learn what I've got, and what I'm not, and who I am

I won't give up on us
Even if the skies get rough
I'm giving you all my love
I'm still looking up, still looking up.

Well, I won't give up on us (no I'm not giving up)
God knows I'm tough enough (I am tough, I am loved)
We've got a lot to learn (we're alive, we are loved)
God knows we're worth it (and we're worth it)

I won't give up on us
Even if the skies get rough
I'm giving you all my love
I'm still looking up

sumber lirik; http://www.azlyrics.com/lyrics/jasonmraz/iwontgiveup.html

Wednesday, July 10, 2013

Karena Kamu Wajib Diperjuangkan

Ketika kuceritakan perasaan yang sedang menggebu ini pada seorang teman, dia berkata satu hal yang benar-benar dalam buatku.

"Kalau layak diperjuangkan, ya wajib diperjuangkan."
Terima kasih ya, Mas, untuk nasihatnya :D

Wednesday, June 12, 2013

Unlimited Thanks

source: click here
Terima kasih, untuk setiap ucapan yang terucap atau tertulis
Terima kasih, untuk setiap doa yang terlafal yang hanya bisa kuamini
Terima kasih, untuk setiap pemberian penuh keikhlasan
Terima kasih, untuk setiap genggaman tangan, peluk, dan cium

Terima kasih, untuk semua keluarga dan sahabat
Terima kasih, untuk kamu... yang kugenggam erat... dan lama

2 Juni 2013, 23 tahun...

[Review] Now You See Me

 "The closer you look, the less you'll see."

Title : Now You See Me
Cast : Jesse Eisenberg, Isla Fisher, Woody Harrelson, Dave Franco, Mark Ruffalo, Morgan Freeman
Director : Louis Leterrier

Now You See Me bercerita tentang empat ilusionis, yaitu J. Daniel Atlas (Jesse Eisenberg), Henley Reeves (Isla Fisher), Merrit McKinney (Woody Harrelson), dan Jack Wilder (Dave Franco), yang mencari jawaban dari panggilan misterius dari kartu tarot yang mereka dapatkan dari seseorang yang disebut "The Eye". 

Setahun kemudian, mereka membentuk suatu kelompok yang disebut The Four Horseman. The Four Horseman membuat pertunjukan ilusi dengan merampok sebuah bank. Namun, uang yang dirampok tidak diambil untuk kentungan mereka, melainkan dibagikan sebagai "hujan uang" kepada penonton. Dari kejadian inilah, mereka dikejar-kejar oleh agen FBI, salah satunya Dylan Rhodes (Mark Ruffalo) yang dibantu oleh seorang Interpol cantik bernama Alma (Melanie Laurent). Namun, usaha Dylan dan Alma tidak semudah itu, karena mereka juga dipermainkan oleh trik-trik magic dari The Four Horseman.


Awal film ini dibuka oleh keahlian ilusi dari masing-masing ilusionis. Aksi pertama adalah dari J. Daniel Atlas. Trik permainan kartunya bisa dibilang cukup mainstream, tapi di akhir aksinya itu yang bikin tercengang. Dan, di antara kalian yang sudah menonton, apakah kalian melihat kartu yang sama seperti yang ada di film?
Ah, aku suka banget lihat akting Jesse Eisenberg di film ini dibanding perannya sebagai Mark Zuckerberg di film The Social Network. Di film ini dia seksi banget ;;)
Aksi kedua adalah dari seorang mentalist tukang hipnotis Merritt McKinney. Di sebuah bandara, ia menghipnotis sepasang suami istri. Suka banget tokoh Woody Harrelson di sini. Paling kocak banget :))
Aksi ketiga adalah dari seorang magician amatiran bernama Jake Wilder. Aksinya ini mungkin akan mengingatkan kita pada ilusionis Indonesia, Deddy Corbuzier, yaitu dengan membengkokan sebuah sendok. Porsi adik dari James Franco ini cukup besar di film ini dibanding waktu dia bermain di film Warm Bodies. Dan, Dave Franco ini juga nggak kalah ganteng dengan kakaknya. 
Dan, aksi terakhir adalah dari Henley Reeves. Serius, aksi dia ini yang bikin aku ngejerit saat menonton. Dia masuk ke dalam sebuah tabung berisi air dengan tangan terborgol, dan diberi waktu untuk melepaskan borgolnya itu. Saat waktunya habis dan dia belum bisa melepaskan borgol dan keluar dari tabung, piranha-piranha akan masuk ke dalam tabung tersebut dan... you know lah.


Dari awal menonton film ini, aku udah dibuat tercengang. Suka banget. Pemilihan karakter-karakternya juga pas. Cuma ending di film ini jujur menurut aku agak aneh. Terus klimaksnya juga nggak terlalu ngena banget. Tapi overall, film ini salah satu film yang emang wajib ditonton. Kereeeennnnn...

Wednesday, May 29, 2013

Pertemuan

Semuanya tak direncanakan. Semuanya permainan semesta.

Hari itu Jumat malam. Hari ketika akhirnya kita bertemu lagi setelah empat bulan tak saling bertatap. Pertemuan yang tak direncanakan. Pertemuan kita yang dihubungkan orang lain.
Pertemuan di supermarket. Bukan tempat yang cantik apalagi romantis. Tapi apalah artinya sebuah tempat, karena yang terpenting adalah bertemu denganmu.

Ada tatapan malu-malu, ada senyum salah tingkah, ada detak jantung yang tiba-tiba menambah kecepatannya. Semuanya bereaksi dari tubuhku. Rasa canggung yang tiba-tiba saja muncul.

"Kalian kenapa kok diam-diaman gitu?" suaranya memecah kecanggungan kita. Dan aku masih menatapmu dengan malu-malu.

"Kamu makin kurus." pernyataan konyol yang pertama keluar dari mulutku.

"Kamu makin berotot." giliranmu bergantian mengeluarkan pernyataan konyol. Pernyataan yang membuatku merengut manja, namun ingin tertawa. The ice finally melted.

Basa-basi dari lamanya tak bertemu akhirnya terlontar. Hingga akhirnya, "Beli ini yuk, untuk anak kita nanti."
Aku tahu yang kau lontarkan itu candaan, aku tahu... Candaan sekaligus rayuan yang sering kita lakukan. Tapi kali ini, aku tak bisa menahan diri untuk tidak mengamini. Membayangkan suatu saat kita benar-benar bisa bersama. Nanti. Secepatnya.

Pertemuan kita malam itu untukku sangat singkat. Aku belum puas, dan mungkin... tidak akan pernah puas.

Kamu, yang membuatku salah tingkah sekaligus merasa nyaman, yang bisa membuatku tertawa tanpa beban, yang membuatku benar-benar bisa menjadi sisi yang terbaik, bahkan yang tergila... Kamu...

Jakarta, 24 Mei 2013