Akhirnyaaaaa, part terakhir dari tetralogi Twilight Saga, yaitu Breaking Dawn: Part 2, tayang juga di bioskop. Walaupun saya Twihard, tapi saya nggak memaksakan diri untuk nonton di waktu premiere karena pasti penuh banget. Jadi saya pun nonton di hari kedua aja dengan salah satu teman :) Dan tetep, ternyata memang masih penuh juga.
Setelah nonton, saya cukup puas dengan film ini. Nggak terlalu kecewa seperti Twilight dan New Moon. Kalau kata saya mah, Twilight Saga ini mulai dari Eclipse sampai Breaking Dawn Part 2 untuk movie nya emang cukup keren. Di sini romantisme Edward sama Bella makin menjadi-jadi aja, sampai bikin envy, hahaha. Terus, di sini juga terselip humor-humor yang nggak garing, cukup bisa bikin ketawa. Dan yang Mckenzie Foy, pemeran Reneesme, cantik banget. Lucu deh. Apalagi pas masih Reneesme bayi deh, sumpah lucu banget.
Kekurangannya film ini adalah pas di beberapa adegan sebelum perang dengan klan Volturi. Entah kenapa, di sini saya sedikit bosan. Nggak tau, mungkin konsentrasi saya berkurang karena nggak nonton Arsenal vs Spurs, yang kick-off nya pas banget saya nonton Breaking Dawn :(
Cuma, klimaks dari film ini cukup beda sama dengan di buku. Tapi justru ini yang bikin ceritanya tambah seru. Saya yang udah baca bukunya aja sampai kaget dan nggak nyangka banget. Mau banget diceritain sih, tapi nggak jadi deh, ntar spoiler banget :p
Salah satu tokoh baru yang saya taksir banget di sini adalah Garett, seorang vampir dari klan Denali yang sedikit anti-sosial tapi kocak banget. Bisa dibilang dia ini bad vampire. Vampir yang agak slengean tapi menarik dan kocak. Apalagi pas dia menggoda Kate, vampir dari klan Denali juga. Lucu abis.
Nih dia, tokoh Garett :)
Garett from Denali
So, overall film ini cukup layak kok ditonton. Nggak heran orang-orang sampe rela ngantri buat nonton Breaking Dawn. Apalagi buat Twihard. Pasti wajib banget buat nonton.
Siapa yang sudah baca novel 5cm karya Donny Dhirgantoro? I'm really sure kalau semua penikmat novel di Indonesia pasti sudah baca novel ini atau minimal tau dengan judulnya. Well, saya pun tau novel ini udah lama banget. Masih zaman SMA sepertinya. Tapi menyesalnya, saya malah baru baca novel 5cm setelah 7 tahun terbit dan melewati cetakan ke-24. Bahkan, saya baru ngeh dan niat pengen baca novel ini karena sudah dibuat film dan akan segera ditayangkan. Bener-bener ketinggalan banget kan. But, it's better late, than not to read at all.
5cm. Buku ini bercerita tentang lima anak muda yang bersahabat yang memiliki keunikan masing-masing. Mereka adalah Genta, Zafran, Riani, Arial, dan Ian. Mereka selalu bersama-sama, nongkrong bersama, ngobrol bersama, pokoknya waktu lebih sering dihabiskan dengan bersama-sama. Hingga akhirnya ketika mereka sedang berkumpul di taman rumah Arial, Zafran pun berkata, "Plato, seorang filsuf besar dunia pernah bilang bahwa nantinya dalam kehidupannya setiap manusia akan terjebak dalam sebuah gua gelap yang berisi keteraturan kemapanan, dan mereka senang berada di dalamnya. Karena mereka terbuai dengan segala kesenangan di sana dengan apa yang telah mereka capai, hingga akhirnya mereka takut keluar dari gua tersebut. Mereka memang bahagia, tetapi diri mereka kosong dan mereka nggak pernah menemukan siapa diri mereka sebenarnya... mereka nggak punya mimpi."
Semenjak itu, mereka memutuskan untuk tidak saling bertemu dan tidak saling berkomunikasi selama tiga bulan. Kenapa? Karena kebersamaaan mereka dianggap sebagai zona nyaman, zona yang dianggap Plato sebagai gua gelap. Maka dari itu, kesepakatan untuk tidak bertemu pun diputuskan. Setelah tiga bulan, mereka pun akan bertemu kembali, dan seminggu sebelumnya, Genta, akan mengirimkan SMS kepada mereka semua, tempat mereka akan bertemu dan ia memiliki rencana yang begitu hebat untuk sahabat-sahabatnya itu.
Tau apa rencana hebat Genta itu? Yaitu adalah petualangan mendaki Puncak Mahameru. Di sana, mereka berlima ditambah adik Arial, bernama Arinda, menemukan pengalaman dan pembelajaran sesuatu yang takkan pernah terlupakan. Akankah mereka berhasil sampai ke puncak Mahameru yang merupakan puncak tertinggi di pulau Jawa?
Dan...
Sebuah novel tidak akan lengkap tanpa ada kehadiran romantisme. Di sini juga ada kisah cintanya walaupun tidak terlalu dominan, tapi bakalan ngena banget. Dari awal baca novel ini mungkin kita bakal tahu kalau Genta jatuh cinta dengan Riani. Tapi bagaimana dengan Riani? Does she love Genta like he does? Well, baca aja... di akhir-akhir novel bakal ketauan dan nggak nyangka.
Nah itu tadi ringkasan sedikit dari cerita novel 5cm ini.
Buat saya, novel ini bener-bener keren. Dari awal baca, saya udah banyak tertawa dan menangis. Padahal kalaupun saya baca novel sampai nangis itu biasanya pas di klimaks cerita doang. 5cm bener-bener beda. It can makes my emotion turn up and down. Tiba-tiba saya ketawa, tiba-tiba saya menangis. Bener-bener keren.
Di novel ini, banyak quote dari film atau filsuf-filsuf terkenal yang keren-keren banget. Saya bingung mau posting di sini karena emang banyak banget. Belum lagi, lirik-lirik lagu yang keren banget. Yang bahkan saya pun baru tau.
Novel ini nggak sekedar menawarkan cerita menarik dan dialog-dialog konyol. Tapi bener-bener ngasih ilmu dan mengubah pola pikir kita yang membacanya, dengan cara yang sederhana. Novel ini membuat kita untuk berani. Berani untuk bermimpi, berani untuk pindah dari zona nyaman, berani untuk menyatakan cinta, dan berani untuk mempercayainya.
"Setiap kamu punya mimpi atau keinginan atau cita-cita, kamu taruh di sini, di depan kening kamu... jangan menempel. Biarkan..."
"Dia..."
"Menggantung..."
"Mengambang..."
"5 centimeter... di depan kening kamu..."
"Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu."
So that's why, this title of novel is 5cm.
:)
Untuk filmnya sendiri, 5cm disutradarai oleh sutradara beken, Rizal Mantovani. Dengan casts-nya sebagai berikut, here they are...
Herjunot Ali as Zafran
Raline Shah as Riani
Fedi Nuril as Genta
Pevita Pearce as Arinda
Igor Saykoji as Ian
Denny Sumargo as Arial
Nih, ada teaser filmnya, trailer-nya belum ada. Ntar kalau udah ada, pasti di-posting deh :)
Mudah-mudahan film ini nggak bakal mengecewakan. Kita tunggu saja tanggal 12-12-12 untuk tayang di bioskop. Harus nonton :)
"Actually, this seems to be the basic need of the human heart in nearly every great crisis – a good hot cup of coffee." -Alexander King
Kopi mungkin lebih diidentikan dengan minuman berkafein yang tak sehat sebagai kawan baik merokok. Sebagai orang yang pecinta keduanya, pernyataan tersebut pasti benar. Tapi tidak begitu dengan saya, yang sangat membenci rokok, namun sangat mencintai kopi.
Buat saya, kopi tak sekedar minuman berkafein. Kopi memiliki sensasi rasa tersendiri yang sangat membuat saya begitu ketagihan. Secangkir kopi panas di pagi hari ketika di kantor, dapat membuat saya benar-benar hidup dan menjalani aktivitas menjadi lebih bersemangat. Entah ini sebuah sugesti yang menjadi kebiasaan atau apa, yang pasti, tanpa secangkir kopi di pagi hari akan terasa kurang lengkap.
Jenis-jenis kopi pun kini sudah bermacam-macam. Tak sekedar kopi hitam klasik, tapi ada juga jenis lain seperti cappuccino, latte, mochaccino, espresso, dan masih banyak lagi. Bahkan, kopi pun tak sekedar diseduh biasa. Kini ada istilah coffee art, yaitu dibuat suatu gambar hingga menjadi lebih cantik. Seperti ini nih contohnya. Cantik banget kan? Sampe sayang kalo mau diminum :]
Coffee Art
Kopi pun tak sekedar menjadi minuman yang membuat kita lebih melek di pagi hari. Ada beberapa manfaat kopi untuk kesehatan.
Salah satu manfaat kopi yang saya baca adalah di website VOA Indonesia dengan judul Kopi Berkhasiat Cegah Stroke bagi Perempuan. Kopi memang lebih identik berkawan dengan kaum adam. Namun ternyata, ada manfaat yang sangat menguntungkan untuk kaum hawa seperti saya. Ya, kopi ternyata bisa mencegah stroke bagi perempuan. Wow, kok bisa? Setelah dilakukan penelitian di Swedia dengan sample 35.000 perempuan Swedia yang berumur 49-83 tahun, ternyata mereka yang meminum paling sedikit secangkir kopi sehari mempunyai resiko 22-25% lebih rendah terkena stroke. Namun, para peneliti ini masih belum mengetahui pasti alasan kopi bisa mengurangi kemungkinan stroke, dan hanya berlaku untuk perempuan saja atau bagi laki-laki juga. Satu yang pasti sih, fakta ini merupakan kabar baik bagi para pecinta kopi, khususnya perempuan.
Selain itu, manfaat kopi lainnya adalah kopi bisa menyembuhkan kanker kulit non-melanoma. Fakta ini saya dapatkan juga dari artikel di website VOA dengan judul Kopi Dapat Sembuhkan Kanker Kulit. Dan lagi-lagi saya hanya bisa bilang, "wow!" Bahkan kali ini kopi bukan mencegah, tapi menyembuhkan.
Hmm, sebenarnya apa sih kanker kulit non-melanoma itu? Adalah suatu kanker kulit yang biasa terjadi pada bagian tubuh yang sering terkena sinar ultraviolet (UV) dan radiasi dari matahari.
Fakta ini didapat dari hasil penelitian dalam jurnal Proceedings of the Natural Academy of Sciences, yang mengatakan bahwa kafein yang terdapat pada kopi bisa mengurangi resiko kanker kulit dengan mematikan sel-sel yang rusak yang dapat berubah menjadi tumor. Dan dalam penelitian tersebut juga mengatakan, bahwa kopi dapat digunakan langsung pada kulit sebagai obat. Well, nggak heran kalau ternyata sekarang banyak rumah-rumah kecantikan yang menjadikan kopi sebagai bahan untuk lulur. Ternyata, banyak manfaat yang bisa diperoleh, tidak hanya membuat kulit cantik, tapi juga sehat. Hmm, kayaknya saya harus sering luluran pake kopi nih :)
Untuk para pria pun kopi punya manfaat tersendiri loh, yaitu mengurangi resiko terkena kanker prostat. Dan lagi-lagi saya dapat artikel ini dari VOA Indonesia dengan judul Pria Peminum Kopi Lebih Kecil Resiko Terkena Kanker Prostat. Dalam artikel tersebut mengatakan, bahwa pria yang meminum kopi minimal enam cangkir sehari, akan mengurangi resiko 60% terkena kanker prostat. Hal ini terbukti setelah dilakukan studi penelitian pada 50.000 pria seperti yang ditulis oleh penlis utama studi, yaitu Kathryn Wilson dari Harvard School of Public Health. Para pria sepertinya harus lebih sering meminum kopi karena kanker prostat adalah suatu kanker yang biasa terjadi pada pria, yang setiap tahunnya membunuh 250 ribu pria. Eww, ngeri juga yah Namun, pada penelitian ini masih belum jelas alasan kopi bisa mengurangi resiko kanker prostat. Dan hal inilah yang masih menjadi riset penelitian.
Yup, ternyata kopi banyak memiliki manfaat kan. Bahkan manfaat yang nggak disangka-sangka. Namun tetap, segala sesuatunya harus seimbang. Jangan mentang-mentang kopi banyak manfaat jadi kita minum kopi banyak-banyak juga. Eits, tidak boleh itu. Karena semuanya tidak boleh berlebihan. Jadi, minumlah kopi sesuai asupan yang dibutuhkan oleh tubuh kita.
"As long as there was coffee in the world, how bad could things be?" -Cassandra Clare, City of Ashes
Ibu...
Selamat ulang tahun
Hmm, harusnya aku posting ini 2 hari yang lalu, pas 5 Oktober kemarin But, it's better late than not at all
Ibu...
Semoga Ibu tetep menjadi wonder woman aku The most independent woman in the world
Satu-satunya inspirasi yang buat aku jadi perempuan mandiri
Ibu...
Makasih semuanya There's nothing word that I can't tell beside "Thank you" "Thank you for everything"
Ibu... Maybe I never say this word to you But, you have to know that, "I love you so much" -your daughter, who always proud have a mom like you sumber gambar: http://fc04.deviantart.net/fs48/i/2009/162/e/6/Happy_Birthday_Mom_by_AnimeChick4DDR.jpg
Akhirnya, saya review juga dua film Thailand dengan genre sama dan kisah cerita cinta yang hampir sama juga, yaitu Fabulous 30 dan First Kiss. Setelah udah sekian lama, postingan ini di draft mulu. Film Thailand sekarang udah cukup mem-booming. Pasti pada masih pada inget kan salah satu film Thailand yang bikin kita inget terus, Crazy Little Thing Called Love, betapa romantisnya film itu.
Now back to the review. Kedua film ini memiliki konflik cinta yang sama, yaitu bercerita tentang kisah cinta pasangan yang beda usia, yang usia perempuannya lebih tua dibanding sang lelaki.
Fabulous 30
Fabulous 30 Poster
Director: Somjing Sirisupab
Writer: Somjing Sirisupab
Cast: Patcharapa Chaichue, Phuphom Phongpanu
Film inimenceritakan seorang gadis bernama Ja. Ia sangat cantik, karirnya sukses, memiliki sahabat-sahabat yang menyenangkan dan kekasih yang tampan. Namun di usianya yang menginjak 30 tahun, kekasihnya memilih break dalam hubungannya. Ja yang sudah ingin menikah, apalagi ia sudah menunggu selama 7 tahun tentu saja sangat terpukul. Apalagi umurnya sudah tak muda lagi. Di ulang tahunnya yang ke-31, ia bertemu seorang pemuda bernama Por. Por adalah sahabat dari partner kerja Ja yang bernama Zee, yg usianya lebih muda 7 tahun. Dan ternyata, Por dan Zee ini menyukai Ja. Dan akhirnya, Ja pun mengalami dilematis dengan tiga pria. Zee, Por, dan kekasihnya yang kembali meminta Ja untuk mengembalikan hubungannya.
Hmm... walaupun konflik cinta dari film ini mudah ditebak, namun pengemasan filmnya cukup menarik. sensasi humor, sedih, dan romantisnya cukup dapet. Apalagi Por ini lah... romantis banget, cara dia menatap Ja itu yang bikin saya cukup melting juga :))
Nah, sekarang film kedua yang akan di-review. Judulnya First Kiss.
Konflik cerita film ini dimulai ketika seorang gadis berumu 25 tahun bernama Sa, tak sengaja berciuman dengan seorang laki-laki bernama Bass yang masih berumur 17 tahun di sebuah bus. Sejak saat itu, Bass pun mulai jatuh cinta dengan Sa. Sa awalnya tidak menyukai Bass, karena masih menyukai Ohm, cinta pertamanya, dan mereka pn menjalin hubungan. Namun ternyata, Ohm bukanlah pria baik-baik, ia malah mengkhianati Sa. Mereka pun berpisah. Sa pun akhirnya menerima cinta Bass. Namun, ternyata perjalanan cinta mereka menjadi complicated, terutama setelah Ohm datang lagi ke dalam hubungan mereka. Belum lagi kedua sahabat Sa yang kurang begitu suka Sa berpacaran dengan laki-laki yang umurnya jauh lebih muda. Mereka mengompor-ngompori, bagaimana masa depan mereka.
So, gimana perjalanan kisah cinta mereka selanjutnya? Well, sebenarnya sudah ketebak sih :p
Satu yang saya suka dari film ini juga adalah si pemeran Bass. Hahahaha. Cakep banget. Lebih cakep dari pemeran Por di Fabulous 30. Kalau kata saya mah dia mirip-mirip Darius. Aaaahhh.. cakep deh.
Conclusion: So, kesimpulan saya dari dua film ini sih sebenarnya hampir sama. Tapi saya lebih suka Fabulous 30. Lebih masuk akal aja sih dibanding First Kiss. Untuk cast-nya, kalo pemeran cewek nya saya lebih suka di Fabulous 30, she's kinda beautiful. Cantik banget pokoknya. Tapi kalo pemeran cowoknya, saya lebih suka di First Kiss. He's 100% cute ;;)