Monday, April 23, 2012

Happy World Book Days!

Ya, hari ini adalah Hari Buku Dunia. Yang baru tau, jangan merasa cupu, karena saya juga baru tau kalo hari ini adalah World Book Days. Bahkan saya baru tau juga, kalo ternyata Hari Buku Dunia itu ada... Hahaha.



Kenapa ya, mesti ada  World Book Days ?
Well, mungkin banyak orang, termasuk saya, juga bertanya-tanya, "Kenapa mesti ada Hari Buku?"
Hmm... buat sebagian orang yang sangat mencintai buku-termasuk saya lagi-buku bukan hanya sekedar kumpulan tulisan yang ditulis pada lembaran-lembaran kertas yang dijadikan satu. Tapi buku memiliki arti tertentu bagi pecintanya.


Mencintai buku bukan berarti cupu.
Hei, hei, hei. Kenapa orang yang mencintai buku selalu dibilang cupu lah, aneh lah, atau apa lah... Kita harus mengubah paradigma itu. Terutama perempuan yang mencintai buku, nggak kalah gaul kok dengan perempuan yang mencintai sepatu, tas, atau fashion. Every woman has her style, right? Yap, setiap perempuan punya taste yang berbeda-beda mengenai suatu hal. Ada yang addict sepatu, tas, baju, asesoris, atau buku. So, what's the problem? Ini cuma masalah selera aja :)

Book is my passion.
Dari kecil sebelum saya sekolah saya sudah mencintai buku. Awalnya karena saya menyukai gambar-gambarnya yang menarik. Entah, sebelum saya sekolah sudah berapa buku yang saya milikki. Sukaaaa banget sama buku. Sejak kecil pun, saya sudah rajin meminta dibelikan buku-buku cerita.
Menginjak SD saya mulai mengenal majalah, komik, dan novel yang masih ringan. Majalah Bobo adalah majalah yang sering saya beli tiap minggunya. Majalahnya bagus, banyak cerita anak-anaknya, seperti cerita Si Bobo, Oki & Nirmala, Paman Gembul dan Asta, dan Bona dan siapa gitu nama kucingnya, lupa... hehehe.
Kemudian komik. Komik pertama yang saya beli adalah Doraemon. Yup, siapa sih yang nggak kenal Doraemon. I think everyone knows about Doraemon. Seorang robot kucing yang memiliki kantong ajaib yang berisi benda-benda aneh abad berapa gitu ya...
Lalu selanjutnya adalah novel. Novel pertama yang saya baca adalah Goosebumps karya R.L. Stine yang jusulnya saya lupa. Pokoknya inti ceritanya, tentang rumah seorang nenek yang di ruang bawah tanahnya ada monster. Itu saya baca waktu kelas 3 SD. Kemudian saya baca Lima Sekawan-nya Enid Blyton. Dan menginjak kelas 6 saya mulai menyukai novel roman. Novel percintaan yang pertama kali saya baca adalah The Princess Diaries-nya Meg Cabot.
Beranjak SMP, saya mulai mengenal Teenlit. Novel-novel yang berkisah di kehidupan remaja. Kemudian,  pas SMA, saya pun mengenal Chicklit, novel yang berkisah dengan tokoh yang lebih dewasa. Dan sekarang, saya menyukai semua jenis creative book. Baik itu novel ataupun komik. Baik itu novel remaja ataupun dewasa. Because I love book, and book is special just the way it is.

Kenapa harus beli kalau bisa pinjam?
Oke, ini pasti banyak dipertanyakan oleh orang-orang yang tidak terlalu mencintai buku. Dan saya juga akan menanyakan hal yang sama kepada orang-orang yang suka membeli tas beraneka ragam jenis, warna, merk, yang harganya sampe entah berapa rupiah. Soalnya buat saya yang bukan pecinta tas, ya selama masih ada tas yang bisa dipake dan belum rusak, ya nggak usah beli. Dan sekali lagi. Ini masalah selera. Masalah kesukaan masing-masing. Jadi, kalau orang-orang bilang, "Ngapain sih mesti beli buku, kalau bisa pinjem ke teman atau ke perpus." Yeah, because we love book. Karena memilih-milih buku, membelinya, membuka segel plastiknya, membacanya dengan menghirup wangi kertas yang masih baru itu punya sensasi tersendiri buat pecinta buku, khususnya saya. Lebay? Oke memang lebay. But, that's what I feel :) Terkadang, walaupun saya sudah membaca sebuah buku dan itu hasil pinjaman. Dan ternyata bagus bukunya. Maka saya harus punya buku itu.

Antara buku real dan e-book.
Oke, ini fenomena yang masih pro kontra. Kenapa saya bilang pro kontra? Karena pasti ada orang yang lebih memilih buku sebenarnya dibanding e-book, ataupun sebaliknya. Semua itu tergantung keadaanya. Kalau mau yang simple, ya mending e-book. Nggak berat, paling kita hanya perlu memiliki smartphone, tablet PC, atau notebook, supaya bisa membaca e-book. Tapi jujur, sensasinya bakal beda dengan membaca buku sebenarnya langsung :) Ya, cuman, kelemahan the real book adalah beratttt... Hahahaha. But, kalau di suruh milih, saya tetap bakal memilih buku yang sebenarnya :)

Oke, segitu aja cerita tentang buku-bukunya.
Buat yang belum mencintai buku. Belajarlah mencintainya. Atau setidaknya, belajarlah untuk rajin membaca buku. :)


P.S.
Pengen punya buku yang minimal sebanyak iniiiii :)

1 comment:

  1. setuju!
    hidup buku yang sebenar-benarnya! :D
    kapan2 sharing ttg buku yuk.. :D

    ReplyDelete