Tuesday, February 7, 2012

Autis-Romantis

Autis-Romantis. What the hell is that?

Autis atau autisme, menurut mbah wiki, memiliki arti yaitu suatu kondisi mengenai seseorang sejak lahir ataupun saat masa balita, yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal. Akibatnya anak tersebut terisolasi dari manusia lain dan masuk dalam dunia repetitive, aktivitas dan minat yang obsesif.

Yah jadi intinya mah -menurut saya- autis itu keadaan ketika seseorang seperti berada di dunianya sendiri, diakibatkan tidak dapatnya bersosialisasi dengan sekitarnya. Ya gitu lah.. ngerti kan.

Romantis. Hmm.. saya bingung mendefinisikannya. Mana cari di eyang google juga bingung. So, definisi romantis menurut saya adalah keadaan yang pastinya berhubungan dengan cinta, entah cinta dengan kekasih (lebih sering ditujukan ke ini, tentunya), cinta dengan orang tua, atau lain sebagainya.

Jadi, apa hubungan dari kedua kata tersebut?
Secara logika sebenarnya nggak ada kali ya. Namun, secara opini tentu saja ada. So, this is the story...

Actually, hal ini berawal dari pemikiran seorang sahabat. Sewaktu kami kuliah dan mengerjakan tugas besar salah satu mata kuliah yang mengharuskan meng-code-ing, ia tiba-tiba beropini bahwa kalo seandainya suami-istri di rumah ngoding bareng itu adalah hal yang romantis. Jujur aja, pertama denger sahabat saya bilang gitu, saya langsung, ngiiiikkkk... Yang dipikiran saya adalah, "Apa romantisnya coba?" Suami istri, di rumah, ngoding bareng. Pasti dua-duanya tenggelam dalam dunia bahasa pemrograman yang sedang dihadapi. Karena menurut saya ngoding adalah salah satu hal yang bikin seseorang jadi terlihat autis. Di depan layar laptop atau komputer, mengetik, mempelajari, dan mengetik kode-kode pemrograman yang... euuwww... Nggak ada romantis-romantisnya.

Tapi sekarang, pikiran saya langsung berubah 180 derajat. Ternyata, hal itu cukup romantis juga kok. But, I don't wanna tell you why my mind is changed about this.
Can u imagine it? Berdua, di depan layar laptop untuk ngoding sambil mendengarkan musik melalui earphone. Sesekali berdiskusi mengenai proyek yang sedang dikerjakan. It's really sweet... Ok, it's absolutely weird, but still sweet. Hahaha.
Mungkin nggak semua orang berpikir seperti itu. Kebanyakan orang menafsirkan romantis adalah ketika cowok ngasih bunga lah, coklat lah, ngasih surprise, or apalah yg seperti itu. But this is romantic in my way... Romantis menurut orang-orang geek dan nerd seperti saya... Hahaha.

So, dari keadaan itulah saya menemukan suatu kalimat, autis-romantis. Adalah keadaan ketika dua orang sedang bersama, melakukan hal yang sama, yang mengakibatkan mereka seperti orang autis, dalam hal ini, ngoding. Dan keadaan yang sama inilah yang membuat suasana menjadi romantis.
So, ada yang setuju? Atau tidak setuju?
^_^



sumber gambar : http://kids.earth.nasa.gov/archive/career/programmer.GIF

No comments:

Post a Comment