Wednesday, February 29, 2012

Leap Year


Leap Year...


Yup, tahun 2012 adalah tahun kabisat alias leap year... Tahun ketika Februari memiliki jumlah tanggal sampai 29. Iyah, Februari cuma mentok sampe 29 aja. Nggak nyampe ke 30 lebih-lebih ke 31. Hehehe.
Sebenarnya buat saya nggak ada spesialnya sih mau tahun kabisat atau bukan. Cuma untuk beberapa orang mungkin tahun kabisat adalah tahun spesial, terutama untuk orang yang lahir di tanggal 29 Februari... Maybe they will shout, "Akhirnya saya ulang tahun juga...!!!" Hahaha. Jujur, sebenarnya saya belum ngeh kalo lagi tahun bukan kabisat, ulang tahun mereka dirayainnya pas di tanggal berapa? Di tanggal 28 Februari, nggak mungkin, karena mereka belum lahir. Kalo di tanggal 1 Maret, udah kelawat tapinya... Mungkin lebih masuk akal sih tetap dirayainnya tanggal 1 Maret, bener nggak sih? CMIIW :)


Hmm... by the way, ada yang udah nonton film Leap Year?

Leap Year Movie
Film yang dibintangi oleh si cantik Amy Adams dan si super ganteng Matthew Goode.
Film komedi romantis ini menceritakan mengenai sepasang kekasih yang sempurna, yaitu Anna (Amy Adams) dan Jeremy (Adam Scott) yang berencana ingin menikah. Anna pun berencana melakukan perjalanan ke Dublin, Irlandia, untuk melakukan tradisi di sana, yaitu melamar kekasihnya di tanggal 29 Februari untuk menikah, dan sesuai tradisi pun, sang lelaki pun harus menerima lamaran itu. Namun, perjalanan Anna ke Dublin tidak semudah itu. Banyak rintangan yang terjadi, sampai ia bertemu dengan seorang pria bernama Declan. Dan Declan pun akhirnya yang membantu Anna untuk sampai ke Dublin.
Bagaimana endingnya? Apakah Anna berhasil melamar Jeremy di Dublin? Atau ia malah akan jatuh cinta dengan Declan? Penasaran? Nonton sendiri yah...  Hohoho :p

Kalau kata saya sih, ceritanya ada mirip-mirip sama Chasing Liberty... Yang mainnya sama sih, sama-sama si ganteng Matthew Goode :D

Nah, dari film itu, saya baru tau ada suatu tradisi di Irlandia bahwa, in leap year and leap day alias tanggal 29 Februari, perempuan di sana diizinkan untuk melamar kekasihnya.

Di beberapa tempat Leap Year dikenal juga sebagai Bachelor' Day untuk beberapa alasan. Kenapa? Untuk laki-laki yang menolak lamaran kekasihnya, mereka harus membayar dengan gaun atau uang. Bahkan, di beberapa negara Eropa, terutama yang berada di kalangan kelas atas, mereka harus memberikan perempuan 12 pasang sarung tangan. Lho, kenapa? Tujuannya adalah wanita bisa memakai sarung tangan untuk menyembunyikan rasa malu karena tidak memiliki sebuah cincin pertunangan. Selama abad pertengahan ada hukum yang mengatur tradisi ini.

Leap Year Tradition

Nah, beda lagi di Yunani, bahwa kalau ada pasangan yang menikah di tahun kabisat, apalagi kalau pas tanggal 29 Februari, mereka bakal sial. Wuaaaaah... ada-ada aja yah.

Di Skotlandia lain lagi, bahwa seseorang akan mengalami kesialan jika lahir di tanggal 29 Februari, mirip seperti Friday 13th.

Tapi yah... itu semua hanyalah tradisi dan kepercayaan di negara tersebut :D



Wednesday, February 22, 2012

Cintaku Padamu - Ita Purnamasari

Mungkin, saya adalah salah satu dari anak muda jaman sekarang yang sangat menyukai lagu-lagu jadul. Kayak lagu-lagunya Fatur, Bening, Inka Christie, Mayang Sari, Kahitna (yang sampai  sekarang masih eksis) dan masih banyak lagi.
Buat saya, lagu-lagu jaman dulu itu everlasting, walaupun masanya sudah habis, tapi tetap masih enak dinyanyiin, terutama buat nostalgia... Selain itu, bukti lagu-lagu jaman dulu memang enak adalah sekarang banyaknya penyanyi-penyanyi yang me-recycle lagu-lagu jaman dulu. Sebut saja SM*SH dengan "Ada Cinta" nya Bening, RAN dengan "Kulakukan Semua Untukmu" nya Fatur dan Nadila. Mungkin bedanya, sekarang terdengar lebih fresh dan lebih anak muda. Hehehe :)

Dan salah satu favorit saya adalah lagu yang dinyanyikan oleh Ita Purnamasari yang berjudul Cintaku Padamu~ Houwoooh...


Ini dia liriknya...

Tataplah mataku ini dan akan kau dapati
Seberkas keraguan tentangmu
Memang harus kuakui kharisma di dirimu
Banyak yang mendambakan cintamu
Dan aku cemburu kekasihku
Terlalu kucemburu
Dapatkah kusimpan rasa itu

Cintaku padamu takkan berubah

Walau ditelan waktu
Biarlah kan kusimpan dalam hati
Cinta yang tulus ini

Sanggupkah aku hadapi kenyataan dirimu

Mungkinkah cintamu hanya untuk ku

Namun kucemburu kekasihku

Terlalu kucemburu
Dapatkah kusimpan rasa itu

Cintaku padamu takkan berubah

Walau ditelan waktu
Dan suatu saat nanti
Pasti 'kan kau sadari


Tuesday, February 21, 2012

...and I'm Sad



Sedih adalah ketika aku merasa bahagia, tapi tidak bisa berbagi denganmu...
Sedih adalah ketika aku ingin berbagi kebahagiaan denganmu, tapi kamu tidak ada...
Sedih adalah ketika kamu tidak ada, tapi kebahagiaan sedang menyelimutiku...

So, that's why I'm sad now...



sumber gambar : http://1.bp.blogspot.com/_mUd3mVtQmjs/TUJrGxDFpzI/AAAAAAAAAaM/-YWo8Yocrlw/s1600/sad_1.jpg

Thursday, February 16, 2012

Hectic Days




Dua hari kemarin adalah dua hari yang benar-benar heboh, riweuh, dan melelahkan. Dua hari kemarin adalah dua hari saya mengurus untuk pendaftaran sidang. Yup, akhirnya saya daftar sidang jugaaaa... Setelah lebih dari 7 bulan saya lulus seminar, dan sekarang baru daftar sidang. Jangan ditiru ini ya, kawan-kawan.

Sebenarnya, waktu pendaftaran sidang sudah dimulai sejak tanggal 7 Februari sampai 14 Februari. Tapi karena saya kerja dan masih ada tugas kantor yang belum selesai, dan belum berani main izin-izin karena di kantor saya juga masih anak baru, saya pun baru mulai mengurus hal-hal kepentingan buat sidang tanggal 13 Februari. Mepet? Bangeettt... Mana hal-hal yang saya urus itu banyak banget. Pertama adalah masalah keuangan. Kedua masalah nilai. Ketiga masalah tetek bengek dan sebagainya...

Tanggal 13 itu, saya baru memproses masalah keuangan dan nilai. Dan itupun belum 100% karena saya belum mendapatkan tanda tangan untuk validasi keuangan. Dan di hari itu terasa kurang menghasilkan apa-apa. karena belum ada satu pun tanda tangan yang dihasilkan untuk pendaftaran sidang. Hanya kebanyakan riweuh nya saja sampe-sampe saya saya mau pasrah aja dan memilih untuk nikah. (Emang sama siapa, Fit nikahnya? Hahaha)



Keesokan harinya, saya pun izin kerja lagi untuk mengurus sidang yang masih belum selesai sama sekali. Sekitar puku 9 saya sampai di kampus. Di lobi, saya bertemu Hendro, teman sekelas saya yang sekarang udah kerja di Jakarta. Dan kami udah lama banget nggak ketemuuuu... Ternyata wajahnya masih belum berubah, hanya style nya aja yang udah berubah. Udah rapi bo, pake kemeja, celana bahan, dan sepatu pantofel, hehehe. Secara udah jadi orang kantoran yaaaahh... :D

Setelah bertukar sapa sebentar, kami langsung menuju lantai 2. Di sana udah ada Ajeng, salah satu teman kami yang menunggu. Capcuslah ke lantai 2.

Karena masih pagi, suasana masih cenderung biasa-biasa saja. Tenang, hanya ada beberapa obrolan dan beberapa mahasiswa yang prasidang. Benar-benar masih kalem. Saya pun yang sudah datang pagi-pagi sekitar pukul 9, masih tenang-tenang dengan beberapa teman saya, yaitu Ajeng, Hendro, Adit, Lukman, dan Yulian. Kami mengerjakan jurnal, tapi masih sempat-sempatnya bercanda sampai tertawa-tawa.



Menjelang siang, lantai 2 mulai menjadi saksi bisu keriweuhan mahasiswa-mahasiswa yang ingin mengejar sidang bulan ini. Ada yang lagi ngerjain jurnal sebagai salah satu syarat untuk mendaftar sidang, ada yang masih bimbingan, ada yang prasidang, ada yang mohon-mohon minta tanda tangan, pokoknya rame banget lah. Termasuk saya dan kawan-kawan.



Terutama saya, yang emang masih banyak hal yang belum diurus. Berawal dari saya menghubungi kedua dosbing saya. Keduanya cukup lama membalas SMS saya. Tak lama akhirnya, dosbing 1 saya SMS, kalau beliau ternyata masih di rumah sakit menjaga istrinya yang baru melahirkan. Dan saya disuruh untuk ke rumah sakit sambil mengajak salah satu teman saya yang juga anak bimbingan beliau.

Disusul dosbing 2 saya pun akhirnya membalas SMS, setelah saya mengirim SMS untuk kedua kalinya, dan berencana bertemu sekitar jam 1an.



Jam suduh menunjukkan pukul 1, tapi saya baru ma ngeprint jurnal. Akhirnya saya pun ke rental komputer dulu untuk ngeprint dulu bareng Hendro. Setelah acara ngeprint2an selesai, kami kembali ke kampus. Hendro menyelesaikan urusannya yg belum selesai, dan saya pun begitu. Saya langsung menemui dosbing 2 dan melakukan chit-chat. Kesimpulannya, beliau belum mau tanda tangan kalau dosbing 1 belum tanda tangan. Rasanya mau nangiiiiissss... Saya pun langsung curhat ke semua orang yang saya temuin dan yang kenal tentu aja. Dan akhirnya saya nangis beneran. Huhuhu... Dan ironinya lagi saya diketawain. Malah dibilang, "ini dari kemarin riweuh wae..." huhuhu.



Akhirnya, Aini, teman saya yang mau berangkat bareng ke rumah dosbing 1, datang, dan kami pun capcus ke rumah sakit naik motor. Aini yang ngendarain tentu aja, saya mah tetap, Miss Dibonceng :D

Rumah sakit tempat istrinya dosbing 1 letaknya di Margahayu, lumayanlah dari Dayeuh Kolot. Untungnya ke sana naik motor, coba naik angkot, hadeuuuuhh -_- ngebayangin panasnya euhh...

Sekitar sejam kurang kami pun sampai di rumah sakit. Saya langsung mengirim SMS ke dosbing 1, isinya kira-kira begini:



Pak, kami udah di rumah sakit. Kamarnya no brp, Pak?



Dan kalian tau apa balasannya?



Wah, saya udah di rumah. Ditungguin dari tadi nggak ada.



Ngiiiiiiiiiiiiiiiiiiiikkkkkk...



Mau nangis season 2 rasanya. Mana waktu pendaftaran sidang udah mau tutup :(



Tanpa ba-bi-bu langsung ke rumah dosbing 1 di daerah Gede Bage. Lumayan jauhnyaaaa... Saya udah nggak peduli nanti telat daftar, yang penting bisa dapet tanda tangan dulu. Masalah telat saya bisa memohon-mohon atau minta perizinan dari dosbing. Itu awal rencana saya kalau pas daftar nanti nggak dibolehin.



Akhirnyaaaaa... sampai juga di rumah dosbing 1. Ternyata di sana juga ada mahasiswa bimbingan yang lagi prasidang dan minta tanda tangan. Setelah dia selesai, giliran saya pun yang prasidang dan minta tanda tangan. Dan sumpaaaaahhhh... Dosen pembimbing 1 saya ini baiiiiikkk banget. Ya ampun beruntung banget saya, dan nggak salah pilih tentunya. Beliau ini bisa ngeyakinin saya kalau saya mampu, kalau saya bisa. Jadi nggak hanya membimbing mengenai PA aja, tapi juga ngasih motivasi. Mantep banget lah bapakku iniii :D



Setelah semua urusan selesai dengan dosbing 1, saya dan Aini berpamitan untuk kembali ke kampus. Dan kami pun capcus ke kampus...



Waktu pendaftaran sudah lewat. Dan alhmadulillah nya masih ada toleransi. Tapi nggak sekedar toleransi alias toleransi bersyarat. Jadi mahasiswa disuruh mengambil nomor antrian gitu untuk mengantri mengambil beras raskin, eh, maksudnya mengantri untuk mendaftar sidang.



Saya tau hal itu pun dari teman saya, Ajeng, yang masih berada di kampus. Karena saya masih berada dalam perjalanan menuju kampus. Alhamdulillah, Ajeng ngambilin nomor antrian buat saya. Biar saya sampai, nanti langsung bisa daftar. Tapi ternyata, nomor antriannya keburu dipanggil sebelum saya sampai di kampus. Dan alhamdulillahnya lagi, Ajeng ngambil nomor antrian baru.

Akhirnya, saya pun sampai di kampus sekitar jam 5 sore lebih. Sambil lari-lari menuju lantai 2, saya menemui dosbing 2 dulu untuk minta tanda tangan. Setelah beres, yang langsung mengambil nomor antrian yang tadi Ajeng ambil dan dititipkan ke Adit. Satu permasalahan lalu muncul, "Saya lupa beli map >_<"

Untung, teman saya, Diana, punya map bekas walaupun di map itu ada namanya. It's ok lah. Daripada nggak ada sama sekali dan saya nggak bisa daftar hanya gara-gara map. Pas mendaftar, sempat saya dimarahi sama pihak admin jurusan. "Kamu ke mana aja, dipanggil nggak ada?" Ya dengan jujurnya saya menjawab, "Abis ke rumah dosennya, Mbak."



Dan proses pendaftaran pun akhirnya selesaaaiiiiiiii... Alhamdulillah. Melalui perjalanan dan rintangan yang cukup panjang, akhirnya... Rasanya pengen meluk seseorang. Tapi orangnya nggak ada yah... T_T

Dan pendaftaran sidang barulah awal. Analoginya, seperti baru mendapatkan kunci kandang singa. Kalau jadwal sudah keluar, berarti itu adalah saya sudah membuka kandangnya. Dan ketika sidang berlangsung, berarti saya mulai menghadapi singanya.



Well, saya mau ngucapin terima kasih sama teman-teman saya semua yang sebelumnya udah diceritain di postingan ini.

Ajeng, yang udah ngeprintin transkrip nilai dan ngambil nomor antrian, wuaaaaa, makasih banyak ya Ajeng.

Aini, yang udah nganterin ke rumah sakit dan ke rumah dosbing 1. Ya ampun, Aini, kalau nggak ada Aini, aku udah nggak tau nyampe jam berapa di kampus.

Adit, yang udah ngantriin pendaftaran buat aku.

Diana, yang udah ngasih map ke aku.

Hendro, Lukman, Yulian, semuanyaaaa... makasih udah nemenin...



Dan yang paling utama adalah buat dosen pembimbing 1 dan 2. Makasih banyak, bapak-bapakku... Buat semuanya... saya pasti akan berjuang buat kalian :D



sumber gambar : http://i.ehow.com/images/a04/a3/fc/manage-hectic-schedule-800X800.jpg 

Friday, February 10, 2012

Wish You Were Here

Just wanna say what I couldn't say...
So, I only sing this song...
Wish You Were Here... by Avril Lavigne...




I can be tough
I can be strong
But with you, it's not like that at all

There's a girl

That gives a shit
Behind this wall
You just walked through it

And I remember all those crazy things you said

You left them running through my head
You're always there, you're everywhere
But right now I wish you were here.
All those crazy things we did
Didn't think about it, just went with it
You're always there, you're everywhere
But right now I wish you were here

Damn, Damn, Damn,

What I'd do to have you
Here, here, here
I wish you were here.
Damn, Damn, Damn
What I'd do to have you
Near, near, near
I wish you were here.

I love the way you are

It's who I am, don't have to try hard
We always say, say it like it is
And the truth, is that I really miss

All those crazy things you said

You left them running through my head
You're always there, you're everywhere
But right now I wish you were here.
All those crazy things we did
Didn't think about it, just went with it
You're always there, you're everywhere
But right now I wish you were here

[Chorus:]

Damn, Damn, Damn,
What I'd do to have you
Here, here, here
I wish you were here.
Damn, Damn, Damn
What I'd do to have you
Near, near, near
I wish you were here.

[Bridge:]

No, I don't wanna let go
I just wanna let you know
That I never wanna let go

(Let go let go let go let go)


No, I don't wanna let go

I just wanna let you know
That I never wanna let go

(Let go let go let go let go let go let go let go)


Damn, Damn, Damn,

What I'd do to have you
Here, here, here
I wish you were here (I wish you were)
Damn, Damn, Damn
What I'd do to have you
Near, near, near
I wish you were here.

Damn, Damn, Damn,

What I'd do to have you
Here, here, here
I wish you were here.
Damn, Damn, Damn
What I'd do to have you
Near, near, near
I wish you were here.


P.S.
Curhat lewat lagu ceritanya... Hahaha...

Tuesday, February 7, 2012

Autis-Romantis

Autis-Romantis. What the hell is that?

Autis atau autisme, menurut mbah wiki, memiliki arti yaitu suatu kondisi mengenai seseorang sejak lahir ataupun saat masa balita, yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal. Akibatnya anak tersebut terisolasi dari manusia lain dan masuk dalam dunia repetitive, aktivitas dan minat yang obsesif.

Yah jadi intinya mah -menurut saya- autis itu keadaan ketika seseorang seperti berada di dunianya sendiri, diakibatkan tidak dapatnya bersosialisasi dengan sekitarnya. Ya gitu lah.. ngerti kan.

Romantis. Hmm.. saya bingung mendefinisikannya. Mana cari di eyang google juga bingung. So, definisi romantis menurut saya adalah keadaan yang pastinya berhubungan dengan cinta, entah cinta dengan kekasih (lebih sering ditujukan ke ini, tentunya), cinta dengan orang tua, atau lain sebagainya.

Jadi, apa hubungan dari kedua kata tersebut?
Secara logika sebenarnya nggak ada kali ya. Namun, secara opini tentu saja ada. So, this is the story...

Actually, hal ini berawal dari pemikiran seorang sahabat. Sewaktu kami kuliah dan mengerjakan tugas besar salah satu mata kuliah yang mengharuskan meng-code-ing, ia tiba-tiba beropini bahwa kalo seandainya suami-istri di rumah ngoding bareng itu adalah hal yang romantis. Jujur aja, pertama denger sahabat saya bilang gitu, saya langsung, ngiiiikkkk... Yang dipikiran saya adalah, "Apa romantisnya coba?" Suami istri, di rumah, ngoding bareng. Pasti dua-duanya tenggelam dalam dunia bahasa pemrograman yang sedang dihadapi. Karena menurut saya ngoding adalah salah satu hal yang bikin seseorang jadi terlihat autis. Di depan layar laptop atau komputer, mengetik, mempelajari, dan mengetik kode-kode pemrograman yang... euuwww... Nggak ada romantis-romantisnya.

Tapi sekarang, pikiran saya langsung berubah 180 derajat. Ternyata, hal itu cukup romantis juga kok. But, I don't wanna tell you why my mind is changed about this.
Can u imagine it? Berdua, di depan layar laptop untuk ngoding sambil mendengarkan musik melalui earphone. Sesekali berdiskusi mengenai proyek yang sedang dikerjakan. It's really sweet... Ok, it's absolutely weird, but still sweet. Hahaha.
Mungkin nggak semua orang berpikir seperti itu. Kebanyakan orang menafsirkan romantis adalah ketika cowok ngasih bunga lah, coklat lah, ngasih surprise, or apalah yg seperti itu. But this is romantic in my way... Romantis menurut orang-orang geek dan nerd seperti saya... Hahaha.

So, dari keadaan itulah saya menemukan suatu kalimat, autis-romantis. Adalah keadaan ketika dua orang sedang bersama, melakukan hal yang sama, yang mengakibatkan mereka seperti orang autis, dalam hal ini, ngoding. Dan keadaan yang sama inilah yang membuat suasana menjadi romantis.
So, ada yang setuju? Atau tidak setuju?
^_^



sumber gambar : http://kids.earth.nasa.gov/archive/career/programmer.GIF

Sunday, February 5, 2012

[Quote] Dear You, Gerimis di Bulan Januari


 Biarkan saja kamu melalu-lalang di pikiran. Mengingatmu sebagai yang terindah, dan membuang pahitmu ke dalam gelas; kosong. Yang pasti, aku percaya, semua berarti ketika bersamamu. Tanpamu, akan kucari arti lagi. Siapa tahu, lebih berarti.
Perjalanan boleh berhenti; tapi sejenak saja, jangan terlalu lama. Masih jauh kilometer yang harus ditempuh untuk menjemput bahagia, bukan dengan berdiam menunggu. Kecuali, menunggumu itu satu hal yang pasti, pasti kubela hingga kaki tak merasakan lelah lagi.
Kita sama-sama sadar. Akar pertautan yang menunjang itu telah tercabut. Mungkinkah menanamnya sekali lagi? Atau, biarkan saja pohon itu rebah ke tanah dan mengering. Lalu kita berpisah di simpang jalan dan mencari tunas baru untuk disemaikan lagi.
"Kita memang tidak bisa memilih jatuh cinta kepada siapa. Jika boleh memilih, sekali lagi aku akan jatuh cinta kepadamu."

-Moammar Emka, Dear You, Bab 12: Gerimis di Bulan Januari, hal 348