Sunday, October 2, 2011

Selamat Hari Batik Nasional

Ya, sebelum Hari Batik Nasional berakhir, saya mau mengucapkan telebih dahulu...
"Selamat Hari Batik Nasional..."
Saya berharap, mudah-mudahan batik akan tetap selalu dicintai oleh masyarakat Indonesia karena batik merupakan kebudayaan asli Indonesia, bukan bangsa lain, yang sangat indah dan khas. Batik-batik yang ada di Indonesia memiliki ciri khasnya masing-masing di setiap kota yang memproduksi batik. Contoh kota-kota yang terkenal akan budaya batiknya adalah Batik Solo, Batik Cirebon, Batik Yogyakarta, Batik Pekalongan, dll.
Apa saja ciri khas dari batik di tiap-tiap kota tersebut? Di sini saya hanya akan menjelaskan jenis-jenis batik dari empat kota saja, yaitu Solo, Yogyakarta, Cirebon, dan Pekalongan. Mengapa empat kota itu? Karena menurut saya, empat kota itulah yang begitu terkenal dengan kebudayaan batiknya.

Batik Solo, Batik Yogyakarta, Batik Cirebon, Batik Pekalongan


1. Batik Solo. Pemilihan warna pada batik Solo cenderung gelap, yakni dengan warna khas kecoklatan (sogan) yang mengisi ruang bebas warna.
2. Batik Yogyakarta. Agak berbeda dengan batik Solo, batik Yogyakarta cenderung lebih cerah.
3. Batik Cirebon. Sebagian besar batik Cirebon dikategorikan sebagai batik pesisir, namun ada juga yang dikategorikan sebagai batik keraton. Umumnya, motif dari batik Cirebon bernuansa klasik dan disertai dengan motif batu cadas. Namun, yang paling terkenal adalah motif mega (awan) mendung.
4. Batik Pekalongan. Batik Pekalongan merupakan batik pesisir yang kaya akan warna dan bersifat naturalis. Walaupun terkadang motif yang dimilikki sama dengan batik Solo dan Yogyakrta, namun batik Pekalongan lebih berani dalam bermain warna, hingga terkadang dijumpai dengan kombinasi delapan warna yang dinamis.

Referensi:

No comments:

Post a Comment