Saturday, July 2, 2011

Pemikiran untuk Merantau

Entah kenapa khayalan saya sudah setinggi ini. Saya baru saja melamar pekerjaan di salah satu perusahaan yang domisilinya di Yogyakarta. Saya sudah membayangkan  nanti saya tinggal di sana, menjalani kehidupan di sana, bahkan saya sampai sudah memikirkan bahwa bakal dapet jodoh di sana. Hahaha.


Nggak pernah terbayangkan sebelumnya, bahkan dalam keinginan pun tidak, bahwa kemungkinan saya akan tinggal di sana. Bukan apa-apa. Dulu dalam benak dan keinginan, saya hanya ingin tinggal di Bandung sampai seterusnya. Meskipun kalau pergi ke kota lain, itu pun hanya sebagai liburan saja, tidak lebih. Pendek sekali pemikiran saya ketika itu. Hanya mementingkan kenyamanan, tidak ada keinginan berpetualang. Sekarang, pemikiran saya mulah diubah. Salah satu faktor yang mengubahnya adalah ketika saya membaca novel Negeri 5 Menara karya A. Fuadi. Di situ dituliskan sebuah kata mutiara yang mengubah mind set saya.

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang

Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran

Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus dia,
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa
jika dalam hutan

-Imam Syafii
Kata mutiara dari ulama terkenal ini diajarkan kepada siswa ahun keempat di Pondok Modern Gontor

Jadi, merantaulah...
Cari ilmu dan pengalaman baru...

1 comment:

  1. Best Regards ... sukses selalu. Buah pikiran yang tak ternilai harganya. Sinkronisasikan dengan realita agar nilai diri lebih meningkat dan tujuan hidup lebih jelas. Tidak akan ada kebahagiaan tanpa kesedihan, tetapi kurangilah kesedihan karena penyesalan.Bila datang keyakinan yang terlalu besar atau kebenaran yang terlalu diyakini ... hati2lah!!! Karena jelas tidak akan pernah dilakukan sesuatu yang tidak diyakini atau sesuatu ketidakbenaran yang diketahui. Semoga kebahagiaan menjadi temanmu yang setia dunia akhirat.

    ReplyDelete