Sunday, June 12, 2011

Senandung Ranah Pertiwi

Aku bersenandung oleh perihnya luka
Terombang-ambing samudera kenistaan
Tangisan darah mengalir tiada henti
Menyeruak dari terdalam nurani
 
Mengapa mereka tega lakukan ini padaku
Hijauku dulu kini berubah kelabu
Seiring dengan perlakuan biadab mereka
Hingga buatku terkapar tak berdaya

Kemanakah perginya Zamrud Khatulistiwaku?
Kemanakah pesona keindahan Baliku?
Kemanakah keajaiban Candi Borobudurku?
Kemanakah keramahan yang lekat di diriku?

Kini diriku hanya luapan lumpur mati
Hitam tak berjejak walau setitik putih
Dengan ribuan tikus berdasi menggerayangi
Menggerogoti sinarku tak berperi

Aku seorang ranah pertiwi
Berharap lilin kelak sinari asaku
Namun gemelayut sepi meraba di relung hati
Tak hapuskan senandung sedihku

No comments:

Post a Comment