Sunday, February 20, 2011

Film Hollywood Stop Tayang di Indonesia

Hollywood oh Hollywood
Well, Jumat kemarin tepatnya tanggal 18 Februari 2011 saya membaca suatu berita bahwa film-film Hollywood berhenti untuk mengedarkan film ke Indonesia. What the hell? Sebagai pecinta film, saya benar-benar kecewa. Kenapa hal kayak gini bisa terjadi. Apa yang membuat Hollywood melakukan hal itu. Ternyata oh ternyata, pemerintah kita, khususnya Direktorat Bea Cukai "YANG TERHORMAT" memberlakukan pajak baru, yaitu Bea Masuk untuk Hak Distribusi. And u know what, pajak tersebut hanya ada di INDONESIA, tidak ada di negara lain. Alangkah lucunya negeri ini, hahahaha. Sungguh ironi.
Padahal, pajak tersebut hanya berlaku untuk barang masuk. Dan untuk itu setiap kopi film impor yg masuk, selama ini sudah membayar bea masuk + pph + ppm = 23.75% dari nilai barang.
Selain itu Negara/ Ditjen Pajak/ Kemenkeu selama ini juga sudah menerima pajak penghasilan 15% dari hasil eksploitasi setiap film asing yg diedarkan di Indonesia. Pemda/Pemkot jg menerima pajak tontonan dalam kisaran 10% - 15% Untuk Tiap JUDUL!!!
Maka, pihak Motion Pictures Association, Asosiasi Importir Film Indonesia dan Bioskop 21, Mengajukan argumen dan keberatan namun TIDAK DIGUBRIS!!!
Gila, benar-benar gila. Pemerintah tuh ga pikir panjang apa, atau setidaknya berpikir pake otak, dengan keputusan seperti itu. Film-film Hollywood ga bakal tayang, lalu di bioskop mau diisi film-film seperti apa? Film-film yang bergenre HOROR ESEK-ESEK. Gila. Memang film-film Indonesia tidak semuanya jelek juga kok, masih ada yang berkualitas, seperti Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Hari Untuk Amanda, CIN(T)A, 3 Hati 2 Dunia 1 Cinta, dll. Tapi tau sendirilah, sekarang ini masih terlalu banyak film seks berkamuflase horor yang beredar di bioskop.

Selain itu, kemungkinan besar bioskop-bioskop seperti 21 Cineplex dan Blitz Megaplex bakal bangkrut. Lalu bagaimana karyawan-karyawannya? Bisa kena PHK kan? Bagaimana nanti keluarga mereka?
Lalu, jumlah pengangguran di Indonesia pun akan semakin meningkat. Kriminalitas pun akhirnya akan semakin meningkat juga.
Berpikir ga sih mereka itu? Membuat keputusan yang hanya bisa menguntungkan diri mereka saja. Tidak memikirkan dampak ke depannya seperti apa.

Oke, well, mungkin beberapa pihak beranggapan kalo saya agak berlebihan menanggapi berita ini. Tapi beneran deh, yang bukan pecinta film Hollywood mungkin biasa aja. Sebenarnya saya juga bukan orang yang sering rajin nonton ke bioskop, malah lebih sering download film di Intenet. Tapi ya mengetahui berita ini saya jadi kecewa berat. Karena masih banyak film yang mau saya tonton langsung di bioskop, seperti Harry Potter 7 part 2, Breaking Dawn, Spiderman 4,Transformers 3. Dan mengetahui keadaannya seperti ini, saya jadi benar-benar kesal dan kecewa.

Sekali lagi, big thanks to Direktorat Bea Cukai "YANG TERHORMAT", untuk keputusannya yang sungguh-sungguh "TEPAT"

7 comments:

  1. Byek Obyek Obyek obyek..
    Orang Pajak Kerjanya Nyobyek..
    Blog Goblog Goblog Goblog..
    BeaCukai kerjanya Goblog...

    ReplyDelete
  2. Bea Cukai pada demen gedein perut aja yak? mentang2 area "basah" tuh.. Hahahaha.. memalukan..
    padahal pemasukan negara dari adanya 21 and XXI itu kan lumayan.. gimana jadinya kalo mereka gulung tikar?

    ReplyDelete
  3. Glen: hahaha, mereka tuh ga berpikir panjang dengan keputusan kayak gitu. atau malah jangan2 mereka malah ga berpikir sama sekali. gila, gila

    ReplyDelete
  4. ah saya gak ikut2an ah :)

    entah apa pertimbangan dirjen pajak menerapkan aturan seperti ini, yang saya sayangkan malah bukan aturannya tapi transparansi dalam penerapan aturan itu yg masih kurang: apa alasannya, gimana prosedurnya dan nanti uangnya dialokasikan ke mana, karena gak ada info tentang itu (atau mungkin sudah ada tapi sosialisasinya yg kurang) jadi banyak yg tidak terima, hehehe...

    sebenernya saya cukup kecewa sih, maklum lumayan sering nonton di bioskop.

    ReplyDelete
  5. Ayo,kita boikot bea cukai!!!!!
    Jangan ada pajak buat film asing!!!!!

    Demo!! Demo!!!

    Hahahaa...

    ReplyDelete
  6. Pak Wahyu : hihihi.. itu dia pak.. lagian uang apaan yang mau di alokasiin? orang pas diterapin pajak aja akhirnya ngga ada orang luar mau export film lagi ke indonesia.. hehehe.. otomatis ga akan ada tuh pemasukan dari sana.. duuuh.. DirJen pajak dodol bener dah.. hihihhi..

    Bye-bye Harry Potter 7.2, Breaking Down Part.1, Transformers 3, Spiderman 4, Sherlock Holmes 2, dll.. hiks..

    ReplyDelete