Monday, February 28, 2011

The Winner of Oscar 2011

And the winner of Academy Award 2011 goes to...



Best Picture: The King's Speech
Actor in a Leading Role: Colin Firth
, The King's Speech
Actress in a Leading Role: Natalie Portman, Black Swan 
Director: Tom Hooper, The King's Speech
Original Song: "We Belong Together" (Toy Story 3), music and lyrics by Randy Newman
Film Editing
: The Social Network
Visual Effects:
Inception
Documentary Feature: Inside Job
Live Action Short Film: God of Love
Documentary Short Subject: Strangers No More
Costume Design: Alice in Wonderland
Makeup: The Wolfman
Sound Editing: Inception
Sound Mixing: Inception
Original Score: Trent Reznor and Atticus Ross, The Social Network 
Actor in a Supporting Role: Christian Bale, The Fighter
Foreign Language Film: In a Better World (Denmark)
Original Screenplay
:  David Seidler, The King's Speech
Adapted Screenplay: Aaron Sorkin, The Social Network
Animated Feature Film:
Toy Story 3
Animated Short Film:
The Lost Thing 
Actress in a Supporting Role: Melissa Leo, The Fighter
Cinematography
: Inception
Art Direction:
Alice in Wonderland

Congratulation for all the winner, u deserved it :)

Sumber : Click here

Sunday, February 27, 2011

Super-Eater

Saya yang sedang serius makan. Jangan Diganggu!
Super-eater. Julukan yang saya sebut untuk diri saya sendiri. Ada alasan kenapa saya menyebut diri saya demikian.
Jujur, saya kalau makan cepat sekali. Bukan lebay, tapi emang bener. Entah sudah berapa orang yang kaget dengan kecepatan makan saya yang bisa dibilang nggak normal ini.
Kebanyakan kan cewek-cewek kalo makan pelan trus nggak abis. Paling sebel deh kalo ngeliat orang makan trus sisanya banyak banget, kayaknya paling cuma dimakan dua atau tiga sendok aja. Sayang banget kan makanan kebuang-buang gitu.
Sungguh berbanding terbalik dengan saya, hahaha. Saya kalau makan super cepat dan habis. Sebenarnya saya ini cewek atau cowok sih.
Pengen sih saya kalau makan rada normal, dihayati gitu, biar kelihatan lebih dinikmati. Tapi justru kalau saya pelan-pelanin, malah jadi nggak nikmat makannya, hahaha. Teori yang aneh tapi emang benar buat saya.
Ada satu cerita tentang kecepatan makan saya ini. Let's cekidot...

Saya masih inget, waktu itu Komunitas Cirebon, namanya E.Comm, di kampus saya makan-makan bareng di tempat jualan bakso yang emang udah cukup beken di kawasan sekitar kampus. Waktu itu ditraktir salah satu anggota E.Comm yang sedang berulang tahun. Kami semua memesan mie ayam. Sambil menunggu mie ayam yang datangnya super lama, kami semua mengobrol-ngobrol.
Akhirnya, mie ayam pun datang juga. Semangkuk mie ayam gratisan sudah berada di hadapan saya. Langsung saya ambil sendok dan garpu kemudian meracik mie ayam dengan beberapa sendok sambel biar hot. "Bismillah..." kemudian langsung saya santap dengan serius. Kalo makan, saya menjadi orang yang cukup serius, karena fokus dengan makanan. Saat asyik-asyiknya makan, yang sebenarnya sudah hampir habis, tiba-tiba teman saya yang namanya Putih Ainun Amaliah langsung berkata, kira-kira seperti ini, "Demi apapun ya Fitri udah abis lagi..."
Kontan saya yang sedang serius langsung kaget. Kemudian anggota E.Comm yang kebanyakan cowok langsung menoleh ke saya. Seperti mereka pada ternganga melihat mie ayam saya sudah tiba-tiba habis. Padahal mereka aja belum abis. Mas Nandar, dedengkot E.Comm, langsung berkata, "Fit, Fit, saya aja baru mau baca Bismillah, kamu udah abis aja..." Busyettt.... Kemudian, teman saya lagi, namanya Aep Syaiful Rochman berkata, "Dhenas aja kalah sama Fitri." Dhenas yang berbadan gede kalah sama saya. Sebenarnya nggak jaminan orang berbadan gede kalau makan cepat. Aep juga sebenarnya badannya gede, dan kalah sama saya. Otomatis saya malu banget. Takut orang-orang mikirnya saya ini kelaparan. Hahahaha. Padahal itu makan normal saya. Nggak kebayang kan kalo saya lagi kelaparan banget cepatnya kayak apa.

Itu salah satu cerita, dari kecepatan makan saya. Sebenarnya masih banyak cerita-cerita keheranan dan kekagetan orang tentang kecepatan makan saya ini yang super. Terutama orang-orang yang baru kenal dan baru pertama kali makan sama saya.
So, ada yang mau lomba makan sama saya, the super-eater? I'll take ur challenge :)

Friday, February 25, 2011

Cerita tentang Uang 100 Ribu dan Flashdisk 4 GB

Hohoho, ada apa dengan uang 100 ribu dan flashdisk 4 GB?
Ada cerita menarik dengan dua benda itu. Saya pernah mendapatkan keduanya dengan gratis... tis... tis... Bukan gratisnya juga yang menjadi menarik, tapi bagaimana cara saya bisa mendapatkan keduanya secara cuma-cuma serta motivasi saya untuk mendapatkan keduanya. Mau tau, mau tau...



Uang 100 ribu ini saya dapat waktu semester 3 perkuliahan, ketika kuliah Kapita Selekta. Mata kuliah ini berbeda dengan mata kuliah pada umumnya. Karena tidak diadakan di kelas, tapi di aula kampus dengan mendatangkan pembicara-pembicara, mirip seperti acara seminar.
Waktu itu, kuliah Kapsel (Kapita Selekta) yang entah minggu ke berapa, saya lupa, mendatangkan pembicara dari PT. Telkom, yaitu petinggi-petingginya, entah jabatannya saya lupa juga.
Menariknya, beliau suka melemparkan pertanyaan-pertanyaan, dan yang bisa menjawab pertanyaannya akan mendapatkan uang. UANG. $.$
Saat pertanyaan pertama dilontarkan, mahasiswa masih ogah-ogahan mengacung, karena masih tidak tahu bahwa akan mendapatkan uang. Namun akhirnya adapula yang menjawab, dan dia mendapatkan 200 Ribu.
Weis, weis, weis. Otomatis saya langsung semangat untuk menjawab pertanyaan. Namun, pertanyaan-pertanyaan selanjutnya tidak 200 Ribu lagi, tapi jadi bernilai 100 Ribu. Nggak apa-apa, lumayan buat saya yang sebagai anak kost. Kebetulan banget uang saya itu tingga sebelas ribu :(
Saya masih ingat, pertanyaan beliau yang berhasil saya jawab adalah, "Apa produk-produk dari Telkomsel?"
Gampang banget, saya langsung mengangkat tangan, dan kebetulan juga saya duduk di barisan agak depan dan garis lurus dengan tempat beliau berdiri. Otomatis saya yang langsung ditunjuk untuk menjawab. Dan jawaban saya, BENAR sekaligus mendapat 100 Ribu. Hahahaha. Senangnya...
Yah, mungkin sebagian orang menganggap, cuma 100 Ribu doang. Tapi buat saya itu lumayan banget... Apalagi waktu itu saya lagi nggak punya uang banget, hohoho. Alhamdulillah, kalau rezeki nggak ke mana :)


Nah itu cerita tentang 100 Ribu. Sekarang saya akan bercerita mengenai Flashdisk 4 GB.
Ketika semester 4, saya mengikuti sebuah seminar mengenai hacking. Jujur, tujuan saya sebenarnya adalah ingin medapatkan konsumsi gratis dan sertifikat. Hohoho. Karena kebetulan seminarnya juga gratis. Lumayan kan, daripada lumanyun. Iya tau, saya jayus.
Ada teman saya yang menjadi panitia seminar ini. Namanya Nurul Amanda. Kemudian dia memberi tahu saya, "Fit, entar ada doorprize dapet flashdisk."
Mata saya langsung tercengang, kemudian berkata, "Iya Nu? Wah, lumayan. Flashdisk aku abis ilang lagi... Harus dapet ini mah" Yah kira-kira seperti itu pembicaraan kami.
Acara pun dimulai. Seperti biasa, seminar diawali dengan pembukaan kemudian pembicara memberikan materi tentang Hacking. Kemudian sesi pembagian doorprize pun dimulai. Tapi tidak langsung dibagikan secara cuma-cuma. Peserta seminar harus menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh pembicara.
Hadiahnya ya itu, Flashdisk 4 GB. Lumayan, apalagi flashdisk saya baru aja hilang :(
Waktu itu pertanyaannya apa ya, saya lupa. Para peserta harus mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan. Sepertinya saya waktu itu benar-benar beruntung, proses angkat-mengangkat tangan entah diulang berapa kali karena sang pembicara bingung siapa yang duluan mengangkat tangan. Dan saat pengulangan yang entah keberapa kali, akhirnya saya yang terpilih. Alhamdulillah Ya Allah, benar-benar rezeki saya waktu itu. Flashdisk 4 GB pun ada di tangan saya. Hahahaha.

Allah itu benar-benar Maha Mengetahui ya, saat hambanya sedang ada kesusahan, ada saja rezeki yang datang. Alhamdulillah :)

Thursday, February 24, 2011

Marry You by Bruno Mars

This song is so romantic, hope someday there will be a man who wanna sings this song to me :) Amin...



It's a beautiful night,
We're looking for something dumb to do.
Hey baby,
I think I wanna marry you.

Is it the look in your eyes,
Or is it this dancing juice?
Who cares baby,
I think I wanna marry you.

Well I know this little chapel on the boulevard we can go,
No one will know,
Come on girl.
Who cares if we're trashed got a pocket full of cash we can blow,
Shots of patron,
And it's on girl.

Don't say no, no, no, no-no;
Just say yeah, yeah, yeah, yeah-yeah;
And we'll go, go, go, go-go.
If you're ready, like I'm ready.

Cause it's a beautiful night,
We're looking for something dumb to do.
Hey baby,
I think I wanna marry you.

Is it the look in your eyes,
Or is it this dancing juice?
Who cares baby,
I think I wanna marry you.

I'll go get a ring let the choir bells sing like oooh,
So whatcha wanna do?
Let's just run girl.

If we wake up and you wanna break up that's cool.
No, I won't blame you;
It was fun girl.

Don't say no, no, no, no-no;
Just say yeah, yeah, yeah, yeah-yeah;
And we'll go, go, go, go-go.
If you're ready, like I'm ready.

Cause it's a beautiful night,
We're looking for something dumb to do.
Hey baby,
I think I wanna marry you.

Is it the look in your eyes,
Or is it this dancing juice?
Who cares baby,
I think I wanna marry you.

Just say I do,
Tell me right now baby,
Tell me right now baby. [x2]

Cause it's a beautiful night,
We're looking for something dumb to do.
Hey baby,
I think I wanna marry you.

Is it the look in your eyes,
Or is it this dancing juice?
Who cares baby,
I think I wanna marry you.

Source: http://www.azlyrics.com/b/brunomars.html

Sunday, February 20, 2011

Film Hollywood Stop Tayang di Indonesia

Hollywood oh Hollywood
Well, Jumat kemarin tepatnya tanggal 18 Februari 2011 saya membaca suatu berita bahwa film-film Hollywood berhenti untuk mengedarkan film ke Indonesia. What the hell? Sebagai pecinta film, saya benar-benar kecewa. Kenapa hal kayak gini bisa terjadi. Apa yang membuat Hollywood melakukan hal itu. Ternyata oh ternyata, pemerintah kita, khususnya Direktorat Bea Cukai "YANG TERHORMAT" memberlakukan pajak baru, yaitu Bea Masuk untuk Hak Distribusi. And u know what, pajak tersebut hanya ada di INDONESIA, tidak ada di negara lain. Alangkah lucunya negeri ini, hahahaha. Sungguh ironi.
Padahal, pajak tersebut hanya berlaku untuk barang masuk. Dan untuk itu setiap kopi film impor yg masuk, selama ini sudah membayar bea masuk + pph + ppm = 23.75% dari nilai barang.
Selain itu Negara/ Ditjen Pajak/ Kemenkeu selama ini juga sudah menerima pajak penghasilan 15% dari hasil eksploitasi setiap film asing yg diedarkan di Indonesia. Pemda/Pemkot jg menerima pajak tontonan dalam kisaran 10% - 15% Untuk Tiap JUDUL!!!
Maka, pihak Motion Pictures Association, Asosiasi Importir Film Indonesia dan Bioskop 21, Mengajukan argumen dan keberatan namun TIDAK DIGUBRIS!!!
Gila, benar-benar gila. Pemerintah tuh ga pikir panjang apa, atau setidaknya berpikir pake otak, dengan keputusan seperti itu. Film-film Hollywood ga bakal tayang, lalu di bioskop mau diisi film-film seperti apa? Film-film yang bergenre HOROR ESEK-ESEK. Gila. Memang film-film Indonesia tidak semuanya jelek juga kok, masih ada yang berkualitas, seperti Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Hari Untuk Amanda, CIN(T)A, 3 Hati 2 Dunia 1 Cinta, dll. Tapi tau sendirilah, sekarang ini masih terlalu banyak film seks berkamuflase horor yang beredar di bioskop.

Selain itu, kemungkinan besar bioskop-bioskop seperti 21 Cineplex dan Blitz Megaplex bakal bangkrut. Lalu bagaimana karyawan-karyawannya? Bisa kena PHK kan? Bagaimana nanti keluarga mereka?
Lalu, jumlah pengangguran di Indonesia pun akan semakin meningkat. Kriminalitas pun akhirnya akan semakin meningkat juga.
Berpikir ga sih mereka itu? Membuat keputusan yang hanya bisa menguntungkan diri mereka saja. Tidak memikirkan dampak ke depannya seperti apa.

Oke, well, mungkin beberapa pihak beranggapan kalo saya agak berlebihan menanggapi berita ini. Tapi beneran deh, yang bukan pecinta film Hollywood mungkin biasa aja. Sebenarnya saya juga bukan orang yang sering rajin nonton ke bioskop, malah lebih sering download film di Intenet. Tapi ya mengetahui berita ini saya jadi kecewa berat. Karena masih banyak film yang mau saya tonton langsung di bioskop, seperti Harry Potter 7 part 2, Breaking Dawn, Spiderman 4,Transformers 3. Dan mengetahui keadaannya seperti ini, saya jadi benar-benar kesal dan kecewa.

Sekali lagi, big thanks to Direktorat Bea Cukai "YANG TERHORMAT", untuk keputusannya yang sungguh-sungguh "TEPAT"

Saturday, February 19, 2011

Prolog - Spring In London

Ini saya mengutip dari sebuah novel karya Ilana Tan judulnya Spring in London. Saya kutip dari bagian prolognya.

***

Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu sejak dulu. Sampai sekarang aku belum mengatakannya karena... yah, karena berbagai alasan.
Dan alasan utamanya adalah karena aku takut.
Kalau aku mengatakannya, reaksi apa yang akan kauberikan?
Apakah kau akan menerima pengakuanku?
Apakah kau akan percaya padaku?
Apakah kau masih akan menatapku seperti ini?
Tersenyum padaku seperti ini?
Atau apakah justru kau akan menjauh dariku?
Meninggalkanku?
Tapi aku tahu aku harus mengatakannya padamu. Aku tidak mungkin menyimpannya selamanya. Entah bagaimana reaksimu nanti setelah mendengarnya, aku hanya berharap satu hal padamu.
Jangan pergi dariku.
Tetaplah di sisiku.


-Spring in London by Ilana Tan

Friday, February 18, 2011

Y by MBLAQ

Buat para pecinta boysband Korea pasti udah tau MBLAQ ya. MBLAQ ini kepanjangan dari Music Boys Live in Absolute Quality. MBLAQ diproduseri oleh aktor serta penyanyi ngetop and ganteng, Rain.Anggotanya ada lima orang, yaitu Seung Ho, Lee Joon, GO, Cheundung, dan Mir.

Sebenarnya saya juga baru ngulak-ngulik tentang MBLAQ. Sebelumnya saya cuma ngefans Super Junior, DBSK, 2PM, dan SHINee. Yup, sangar-sangar gini saya emang pecinta boysband. Gara-gara saya suka ngegame AyoDance dan di game itu sering muter lagu MBLAQ yang judulnya Y. Iya judulnya Y. Jangan tanya kenapa kalau judulnya itu Y.

Lagunya enak, tapi taulah Korea, kalo belum liat MV-nya rasanya belum afdhol. Penasaran sama MV-nya?
Nih dia, let's cekidot!

Wednesday, February 16, 2011

Fisika, I'm in Love

Ini saya posting salah satu cerpen yang saya buat waktu masih SMA. Jujur, masih cupu banget sih cerpenya, hahaha. Pernah saya kirim cerpen ini ke salah satu majalah remaja, tapi nggak menang, hehehe. Mungkin karena cupu kali ya. Just enjoy it, guys :)

***

Aku menatap hasil ulangan harian fisika yang baru dibagikan oleh Pak Usman. Sebuah angka tiga tertera di sana, seolah-olah menertawakanku dengan tawa mengejek.
“Kelas 3 IPA 7, Bapak ingin bicara. Kalian ini sudah kelas 3, sebulan lagi kalian akan menghadapi Ujian Nasional. Bapak harap kalian udah mulai serius untuk belajar.” Kata Pak Usman menasihati kami.
Aku mendengarnya dengan seksama, mulai menyadari bahwa aku benar-benar harus serius untuk belajar. Selama ini, aku terlalu sibuk untuk mengurusi ekskul futsal, sehingga pelajaranku terbengkalai, terutama fisika.
“Untuk yang nilainya masih kurang memuaskan.” Pak Usman menatapku, dan aku langsung menunduk. “Kalian harus benar-benar giat lagi belajarnya. Manfaatkan waktu yang ada. Bapak nggak mau kalau ada dari kalian yang nggak lulus. Bapak hanya berharap, kalian bisa lulus semua.” Ucap Pak Usman mendoakan kami.
“Amiin...!!!” teriak kami semua. Pak Usman tersenyum.
Tak lama, akhirnya bel pulang sekolah pun berbunyi. Anak-anak mulai membereskan alat-alat tulis dan memasukkannya ke dalam tas. Setelah itu, ketua kelas memimpin doa.
“Selamat siang!” Pak Usman mengucapkan salam setelah doa selesai.
“Selama siang, Pak!” jawab kami semua. Pak Usman lalu keluar kelas. Diikuti anak-anak yang juga ingin cepat-cepat pulang.
Aku pun keluar kelas dengan tersenyum. Semangat baru telah muncul.
***
Malam harinya, aku menuju kamar tidur mama. Berniat untuk memberitahunya mengenai nilai ulangan fisikaku yang nilainya ancur banget.
“Ma, Via dapet nilai jelek nih ulangan fisikanya.” kataku langsung membuka pintu kamar tidur mama tanpa mengetuk pintu dahulu. Kulihat mama sedang membaca majalah wanita di kamar tidurnya. Aku membaringkan tubuhku di sampingnya.
“Emang dapet nilai berapa?” tanya mama. Matanya masih tertuju pada majalah.
“Delapan.” jawabku. Kulihat mama langsung mengalihkan matanya kepadaku dan menutup majalahnya. Keningnya berkerut.
“Delapan? Delapan kok dibilang jelek? Itu kan udah lumayan.” kata mama heran.
“Iya, tapi angka delapannya lagi nguap, Ma. Alias tiga.” Ucapku menjayus sambil tertawa.
“Dasar kamu! Makanya belajarnya yang rajin. Kamu kan bentar lagi mau ujian.” Mama mengomeliku.
“Iya, Via salah. Tapi Ma, Via mau les privat fisika.”
“Les privat? Tumben, biasanya kalo mama nawarin, kamu langsung tolak.”
“Itu kan dulu. Sekarang Via mau belajar serius, Ma. Kata guru Via, belum terlambat kok untuk belajar serius.” Kataku mengingat perkataan Pak Usman tadi di sekolah. Kulihat mama tersenyum.
“Iya deh, entar Mama cariin guru les privat buat kamu.” Ucap mama.
“Makasih Mama. Oh iya, kalo bisa gurunya yang ganteng ya, Ma!” pintaku sambil tersenyum.
“Enak aja, nanti bukannya belajar, kamu malah asyik liatin gurunya.”
“Hehe.”
“Pokoknya kamu tenang aja, Mama bakal nyariin guru yang bagus buat kamu.” Ucap mama. “Ya udah, kamu belajar sana.”
“Oke, dah mama.” Aku keluar dari kamar tidur mama menuju kamar tidurku untuk mulai belajar. Benar-benar belajar serius.
***
Keesokan harinya, setelah pulang sekolah, aku langsung menghampiri tempat tidurku. Tubuhku terasa capek banget, setelah menjalani try out yang diadakan oleh sekolah. Baru saja mataku terpejam beberapa menit, tiba-tiba mama memanggilku.
“Via, mama pulang nih! Bawa guru les buat kamu.” Seru mama sambil mengetuk-ngetuk pintu kamarku. Aku beranjak dari tempat tidur. Seragam sekolah masih membalut tubuhku dan rambutku sudah pasti lagi acak-acakan. Aku lalu membuka pintu. “Via, kenalin, ini guru les kamu.” Mama memperkenalkan seorang laki-laki padaku. Tubuhnya tinggi menjulang, namun cenderung kurus. Kulitnya putih—bahkan lebih putih dariku, tidak! Kacamata minus ber-frame warna biru tua menghiasi wajahnya yang oriental. Ia memakai T-shirt bermotif stripes biru muda dan putih dipadu dengan celana jeans panjang hitam. Namun yang pasti, laki-laki itu nggak asing di mataku.
“Ardan?!” seruku kaget. Ardan adalah salah satu murid pandai di sekolahku. Entah sudah berapa kali dia menyumbangkan piala untuk sekolah dalam mengikuti olimpiade fisika.
“Lho, kalian sudah kenal?” tanya mama heran.
“Iya, Tante. Kami satu ekskul futsal, tapi nggak sekelas sih...” ucap Ardan menjawab pertanyaan mama. Aku menggaruk-garuk kepalaku yang tak gatal, membuat rambutku terlihat semakin berantakan.
“Kalo gitu, Ardan duduk dulu ya.”
“Iya, Tante.”
“Via, ganti baju dulu sana!” perintah mama padaku. Aku yang masih kaget hanya melongo lalu tersadar dan langsung masuk kamar, mengganti seragamku dengan T-shirt dan celana pendek hitam. Aku pun menyisir rambut. Setelah terlihat cukup rapi, aku keluar menemui Ardan sambil membawa alat tulis dan buku-buku.
“Sori ya lama nunggu?” ucapku saat menemui Ardan kembali. Ardan hanya tersenyum.
“Nggak kok.”
Aku kemudian duduk di sebelah Ardan. “Kok mama bisa kenal sama kamu, Dan?” tanyaku heran. Kalo tau yang bakal jadi guru lesnya Ardan mah, mending langsung minta tolong aja sama dia.
“Aku anak teman mama kamu.” Jawab Ardan.
“Oh...” aku mengangguk-anggukan kepalaku.
“Kita mulai belajarnya, bab mana yang paling kamu nggak ngerti?”
“Dari bab pertama.” Jawabku.
Ardan lalu menerangkan materi bab pertama. Setelah itu, Ardan memberikan soal pilihan ganda kepadaku yang jumlahnya 30 soal.
“Kerjain soal-soal ini, tapi pake cara. Jawab aja yang kamu bisa, untuk ngukur kemampuan kamu sampai mana.” Kata Ardan. Aku mengangguk mengerti lalu mulai mengerjakan soal-soal itu. Ternyata, aku hanya bisa menjawab 10 soal. Ya ampun, setengah dari soal itu aja nggak ada. Itu juga nggak tau bener apa nggak ngisinya. Aku menyerahkan lembar jawabku pada Ardan. Ia mengoreksinya. Ternyata cuma bener delapan.
“Ternyata, kamu masih banyak yang belum ngerti.” Ucap Ardan. Ia lalu mulai membahas semua soal yang ia berikan padaku sebagai latihan. Setelah dengan sabarnya mengajariku yang lemot ini, akhirnya selesai juga. Waktu juga berjalan terasa lebih cepat. Tahu-tahu saja sudah terdengar adzan maghrib. Setelah sholat maghrib di rumahku, Ardan berpamitan pulang.
“Makasih ya, Dan!” ucapku.
“Sama-sama. Aku pulang dulu ya, Vi.” Ardan berpamitan padaku. “Tante, Ardan pulang dulu, ya!” kemudian berpamitan pada mama.
“Hati-hati ya, Dan, bawa motornya. Jangan ngebut lho!” pesan mama. Mama ini care banget sih sama Ardan.
“Makasih, Tante.” Ardan lalu memakai helm dan men-starter motornya. Kemudian melesat pergi. Aku dan mama kembali ke dalam rumah.
“Gimana tadi belajarnya?” tanya mama.
“Via ngerti banget, Ma, diajarin sama Ardan.” Ucapku memuji Ardan.
“Kalo gitu, Mama nggak salah pilih dong.” Kata mama. Aku mengangguk.
“Ma, intensif sama Ardan berapa minggu sekali?” tanyaku.
“Tujuh kali seminggu.”
“Tujuh kali seminggu? Tunggu, berarti... setiap hari dong?” Mama mengangguk. “Kok tiap hari sih, Ma? Ih, Mama...”
***
Hari demi hari kulalui dengan lebih banyak belajar. Terutama dengan intensif bersama Ardan. Tidak seperti teman-temanku yang kebanyakan lebih memilih belajar di bimbel-bimbel. Hubunganku dengan Ardan juga bertambah dekat. Yang awalnya hanya teman biasa, bahkan ngobrol bareng aja jarang, kini kami sangat dekat.
Waktu berlalu begitu cepat. Tidak terasa, hari ini adalah hari terakhir dia memberikanku intensif.
“Huh, nggak kerasa ya, besok udah UN...” kataku saat Ardan selesai mengajariku. Kami mengobrol-ngobrol.
“Iya. Kamu ngerti kan apa yang selama ini aku ajarin?”
“Ngerti. Malah lebih ngerti diajarin sama kamu, Dan.” Ucapku memujinya.
“Bisa aja...” Ardan terlihat malu. Dia kegeeran.
“Oh iya, kalo nanti lulus kamu mau nerusin ke mana?” tanyaku mengganti topik pembicaraan.
“Aku udah keterima beasiswa UI, jurusan Teknik Elektro.” Jawab Ardan.
“Ih, Ardan keren. Emang pengumumannya kapan? Kok aku nggak tau ya.”
“Kalo nggak salah, sekitar 2 minggu yang lalu. Kalo kamu, mau nerusin ke mana?” gantian Ardan yang bertanya padaku.
“Aku sih apa aja, asal favorit. Jurusannya pendidikan dokter.” Jawabku.
“Dokter? Ciee... ada calon Bu Dokter nih.” Ardan menggodaku. Aku tersenyum. “Kenapa pengen kedokteran?” tanya Ardan.
“Ngewujudin keinginan papa.” Jawabku. “Sebelum meninggal, papa pengen banget aku jadi dokter. Karena dokter adalah cita-cita papa yang nggak terwujud. Tadinya aku nggak mau. Soalnya dokter itu kan sekolahnya lama. Nanti, kapan aku nikahnya?” ucapku. Ardan tersenyum sesaat mendengar ucapanku. ”Tapi, setelah papa meninggal, aku mikir, apa salahnya sih kalo ngebahagiain orang tua.” Ucapku sedih.
“Vi, aku mau ngasih ini ke kamu?” tiba-tiba Ardan mengeluarkan sebuah kalung berwarna merah. Tapi kalung itu lebih mirip tali. Di kalung itu tergantung sebuah cincin.
“Buat aku?” tanyaku heran.
“Iya, supaya kamu beruntung pas UN.” Ucap Ardan.
“Cincinnya, bukan emas kan?” tanyaku. Ardan menggeleng.
“Bukanlah. Keenakan kamunya kalo aku beliin cincin emas. Itu dari uang logam.” Jawab Ardan.
“Serius buat aku?” tanyaku tak yakin. Ardan mengangguk. “Makasih ya...” Aku langsung memasang kalung itu ke leherku. Tapi ternyata, cukup susah bagiku memakai kalung tanpa dibantu.
“Sini aku bantu.” Ardan langsung menawarkan diri.
“Makasih, Dan.” Ucapku setelah Ardan memakaikan kalungnya di leherku.
“Sama-sama.”
“Semoga kita berhasil pas UN nanti.”
“Dan kita lulus.”
***
Akhirnya... ujian selesai juga. Seminggu penuh derita ini akhirnya selesai juga. Aku hanya berharap semoga kami semua lulus.
“Via, gimana?” tanya Ardan, yang tiba-tiba menghampiriku setelah aku keluar dari ruangan.
“Alhamdulillah.” cuma itu yang bisa aku katakan. Ardan tersenyum. “Ini semua berkat kamu. Kalo nggak ada kamu yang ngajarin aku. Aku nggak tahu harus gimana.”
“Nggak, itu semua berkat Tuhan dan diri kamu sendiri. Aku cuma perantara aja.” Jawab Ardan merendah. Aku tersenyum dan mengangguk. Ardan emang benar. Kalau aku nggak punya semangat, kemauan, dan mimpi. Itu semua juga bakal sia-sia.
“Makasih, Dan.” Kataku. Entah harus berapa banyak terima kasih yang harus kuberikan pada Ardan.
“Nggak mau, sebelum kamu... mau jalan sama aku.”
“Jalan? Ke mana?”
“Ada deh, surprise pokoknya.”
“Tapi aku harus bilang mama dulu.”
“Tenang aja, aku udah bilang kok...”
“Bener?” tanyaku tak yakin. Ardan mengangguk mantap. “Ya udah, yuk!” entahlah, tiba-tiba saja aku langsung menggenggam tangan Ardan. Kulihat bibirnya menyunggingkan senyuman.

Tuesday, February 15, 2011

Doa Seorang Mahasiswi


Tuhan,
Terima kasih untuk semester 5 ini
Sudah memberikan peningkatan dibanding semester kemarin yang benar-benar jatuh
Terima kasih untuk tidak hanya memberikanku sekadar nilai yang baik
Tapi memberikanku suatu ilmu yang Insya Allah dapat kuterapkan pada orang-orang di sekitarku

Tuhan,
Aku memohon untuk semester 6 nanti
Mudahkanlah aku dalam melakukan Proyek Akhir ini
Agar aku bisa lulus dengan baik dan tepat waktu
Agar uang yang orang tuaku berikan tidak sia-sia
Agar aku bisa membanggakan untuk semua orang

Amiin

Monday, February 14, 2011

and The Winner goes to... -Grammy Awards 2011


Ini dia para juara dari ajang Grammy Awards 2011. And the winner goes to...


Record of the Year:
* Need You Now, Lady Antebellum
Nothin' On You, B.o.B. feat. Bruno Mars
Love The Way You Lie, Eminem feat. Rihanna
F*** You, Cee Lo Green
Empire State of Mind, Jay-Z and Alicia Keyes

Album of the Year:

* The Suburbs, Arcade Fire
Recovery, Eminem
Need You Now, Lady Antebellum
The Fame Monster, Lady Gaga
Teenage Dream, Katy Perry

Song of the Year:
* Need You Now, Lady Antebellum
Beg, Steal or Borrow, Ray LaMontagne and the Pariah Dogs
F*** You, Cee-Lo Green
The House That Built Me, Miranda Lambert
Love The Way You Lie, Eminem, feat. Rihanna
 

Best New Artist:
* Esperanza Spalding
Justin Bieber
Drake
Florence and The Machine
Mumford & Sons

Best Pop Vocal Album
* The Fame Monster, Lady Gaga
My World 2.0, Justin Bieber
I Dreamed a Dream, Susan Boyle
Battle Studies, John Mayer
Teenage Dream, Katy Perry

Best Female Pop Vocal Performance
* Lady Gaga, Bad Romance
Sara Bareilles, King of Anything
Beyoncé, Halo (Live)
Norah Jones, Chasing Pirates
Katy Perry, Teenage Dream

Best Male Pop Vocal Performance

* Bruno Mars, Just the Way You Are
Michael Bublé, Haven't Met You Yet
Michael Jackson, This Is It
Adam Lambert, Whataya Want From Me
John Mayer, Half of My Heart

Best Pop Performance By A Duo Or Group With Vocals:
* Hey, Soul Sister (Live), Train
Don't Stop Believin' (Regionals Version), Glee Cast
Misery, Maroon 5
The Only Exception, Paramore
Babyfather, Sade

Best Pop Collaboration With Vocals:
* Imagine, Herbie Hancock, Pink, India.Arie, Seal, Konono No. 1, Jeff Beck & Oumou Sangare
Airplanes II, B.o.B, Eminem & Hayley Williams
If It Wasn't For Bad, Elton John & Leon Russell
Telephone, Lady Gaga & Beyoncé
California Gurls, Katy Perry & Snoop Dogg

Best Dance Recording:
* Only Girl (In The World), Rihanna
Rocket, Goldfrapp
In For The Kill, La Roux
Dance In The Dark, Lady Gaga
Dancing On My Own, Robyn

Best Rock Performance By A Duo Or Group With Vocals:
* Tighten Up, The Black Keys
Ready To Start, Arcade Fire
I Put A Spell On You, Jeff Beck & Joss Stone
Radioactive, Kings Of Leon
Resistance, Muse

Best Hard Rock Performance:
* New Fang, Them Crooked Vultures
A Looking In View, Alice In Chains
Let Me Hear You Scream, Ozzy Osbourne
Black Rain, Soundgarden
Between The Lines, Stone Temple Pilots


Best Rock Song:
* Angry World, Neil Young
Little Lion Man, (Mumford & Sons
Radioactive, Kings Of Leon
Resistance, Muse
Tighten Up, The Black Keys 


Best Rock Album
* The Resistance, Muse
Emotion & Commotion, Jeff Beck
Backspacer, Pearl Jam
Mojo, Tom Petty and the Heartbreakers
Le Noise, Neil Young

Best Alternative Music Album
* Brothers, The Black Keys
The Suburbs, Arcade Fire
Infinite Arms, Band Of Horses
Broken Bells, Broken Bells
Contra, Vampire Weekend

Best Rap/Sung Collaboration:

* Wake Up! Everybody, John Legend, The Roots, Melanie Fiona & Commo
Nothin' On You, B.o.B Featuring Bruno Mars
Deuces, Chris Brown, Tyga & Kevin McCall
Love The Way You Lie, Eminem & Rihanna
Empire State Of Mind, Jay-Z & Alicia Keys n

Best Rap Song:

* Empire State Of Mind, Jay-Z & Alicia Keys
Love The Way You Lie, Eminem & Rihanna
Not Afraid, Eminem
Nothin' On You, B.o.B feat. Bruno Mars
On To The Next One, Jay-Z & Swizz Beatz

Best Rap Album:
* Recovery, Eminem
The Adventures Of Bobby Ray, B.o.B
Thank Me Later, Drake
The Blueprint 3, Jay-Z
How I Got Over, The Roots

Best Country Collaboration With Vocals:
* As She's Walking Away, Zac Brown Band & Alan Jackson
Bad Angel, Dierks Bentley, Miranda Lambert & Jamey Johnson
Pride (In The Name Of Love), Dierks Bentley, Del McCoury & The Punch Brothers
Hillbilly Bone, Blake Shelton & Trace Adkins
I Run To You, Marty Stuart & Connie Smith

Best Country Song:
* Need You Now, Lady Antebellum
The Breath You Take, George Strait
Free, Zac Brown Band
The House That Built Me, Miranda Lambert
I'd Love To Be Your Last, Gretchen Wilson
If I Die Young, The Band Perry

Best Country Album:
* Need You Now, Lady Antebellum
Up On The Ridge, Dierks Bentley
You Get What You Give, Zac Brown Band
The Guitar Song, Jamey Johnson
Revolution, Miranda Lambert

Congratulations for all the winners...

Thursday, February 10, 2011

Ketika Mulai Jatuh Cinta dengan Ubuntu

Saya sedang jatuh cinta. Jatuh cinta dengan Ubuntu. Jatuh cinta yang bukan diawali dengan cinta pandangan pertama. Tapi jatuh cinta yang diawali dengan rasa ketidaksukaan kemudian mengenalnya hingga akhirnya saya jatuh cinta.

Pertama jatuh cinta dengan Ubuntu adalah ketika saya mengerjakan tugas besar mata kuliah Network Administrator. Di situ saya membuat suatu Web Server, DNS Server, serta FTP Server menggunakan Ubuntu. Setelah berhasil, tidak hanya semakin cinta dengan mata kuliah itu, tapi saya mulai jatuh cinta pada Ubuntu :)

Well, sebenarnya apa sih Ubuntu itu?
Untuk orang-orang IT pasti sudah pada tahu mengenai Ubuntu. Terutama orang-orang yang masuk ke dalam komunitas Linux.

Penjelasan ini saya kutip dari situs http://www.ubuntu.or.id/

"Ubuntu" berasal dari bahasa kuno Afrika, yang berarti "rasa perikemanusian terhadap sesama manusia". Ubuntu juga bisa berarti "aku adalah aku karena keberadaan kita semua". Tujuan dari distribusi Linux Ubuntu adalah membawa semangat yang terkandung di dalam Ubuntu ke dalam dunia perangkat lunak.

Ubuntu adalah sistem operasi lengkap berbasis Linux, tersedia secara bebas dan mempunyai dukungan baik yang berasal dari komunitas maupun tenaga ahli profesional. Ubuntu sendiri dikembangkan oleh komunitas sukarelawan Ubuntu dan kami mengundang Anda untuk turut serta berpartisipasi mengembangkan Ubuntu!
Komunitas Ubuntu dibentuk berdasarkan gagasan yang terdapat di dalam filosofi Ubuntu: bahwa perangkat lunak harus tersedia dengan bebas biaya, bahwa aplikasi perangkat lunak tersebut harus dapat digunakan dalam bahasa lokal masing-masing dan untuk orang-orang yang mempunyai keterbatasan fisik, dan bahwa pengguna harus mempunyai kebebasan untuk mengubah perangkat lunak sesuai dengan apa yang mereka butuhkan.
Perihal kebebasan inilah yang membuat Ubuntu berbeda dari perangkat lunak berpemilik (proprietary); bukan hanya peralatan yang Anda butuhkan tersedia secara bebas biaya, tetapi Anda juga mempunyai hak untuk memodifikasi perangkat lunak Anda sampai perangkat lunak tersebut bekerja sesuai dengan yang Anda inginkan.
Berikut ini adalah komitmen publik tim Ubuntu untuk para penggunanya:
  • Ubuntu akan selalu bebas dari biaya, maka dari itu tidak akan ada biaya tambahan untuk "edisi enterprise", kami akan membuat semua pekerjaan terbaik Ubuntu tersedia untuk semua orang dengan istilah Bebas yang sama.
  • Ubuntu juga menyediakan dukungan komersial dari ratusan perusahaan di seluruh dunia. Ubuntu dirilis secara tetap dan dapat Anda prediksikan; rilis Ubuntu terbaru tersedia setiap enam bulan. Setiap rilis akan didukung oleh Ubuntu dengan perbaikan pada keamanan dan perbaikan lainnya secara bebas selama sekurangnya 18 bulan.
  • Ubuntu akan menyertakan terjemahan dan prasarana aksesibilitas terbaik yang dimiliki oleh komunitas Perangkat Lunak Bebas, hal ini berguna untuk membuat Ubuntu dapat dipergunakan oleh banyak orang. Kami juga bekerja sama dengan seluruh komunitas Perangkat Lunak Bebas dalam hal perbaikan bug dan saling membagi kode.
  • Ubuntu berkomitmen secara penuh terhadap prinsip-prinsip dari pengembangan perangkat lunak bebas; untuk ini kami mendorong masyarakat untuk menggunakan perangkat lunak bebas dan open source, lalu memperbaikinya dan kemudian menyebarkannya kembali.
Ubuntu cocok digunakan baik untuk desktop maupun server. Ubuntu saat ini mendukung berbagai arsitektur komputer seperti PC (Intel x86), PC 64-bita (AMD64), PowerPC (Apple iBook dan Powerbook, G4 dan G5), Sun UltraSPARC dan T1 (Sun Fire T1000 dan T2000).
Ubuntu menyertakan lebih dari 16.000 buah perangkat lunak, dan untuk instalasi desktop dapat dilakukan dengan menggunakan satu CD saja. Ubuntu menyertakan semua aplikasi standar untuk desktop mulai dari pengolah kata, aplikasi lembar sebar (spreadsheet) hingga aplikasi untuk mengakses internet, perangkat lunak untuk server web, peralatan untuk bahasa pemrograman dan tentu saja beragam permainan.